Grid.ID - Aktor muda Raden Rakha membagikan cerita tentang masa lalunya yang pernah menjalani kehidupan sebagai santri. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat mondok di pesantren saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Pengalaman tersebut terjadi ketika Rakha masih berada di kelas 7 hingga kelas 8. Ia menghabiskan waktu sekitar dua tahun untuk menimba ilmu di pesantren yang berada di Jepara.
“Aku sempat mondok waktu kelas 7 sama 8 di Jepara. Disana aku 2 tahun, setelah 2 tahun lulus dan kebetulan itu lagi jaman COVID jadi pindah ke Bogor, aku lanjut boarding school di Bogor,” ujarnya dikutip dari Brownies pada Kamis (12/3/2026).
Meski menjalani kehidupan yang penuh aturan, Rakha mengaku memiliki banyak kenangan menyenangkan selama menjadi santri. Menurutnya, kehidupan di pesantren memberikan pengalaman berharga yang tidak mudah dilupakan.
“Rasanya mondok itu seru sih, jadi ngelatih diri kita untuk disiplin sama taat sama peraturan dan lebih jauh mengenal agama islam dan aturan-aturan,” katanya.
Pria kelahiran Bogor ini juga mengungkapkan bahwa awalnya ia memiliki keinginan untuk bersekolah di SMP biasa bersama teman-temannya. Namun, sang ayah memiliki pandangan berbeda mengenai pendidikan yang sebaiknya ia jalani.
“Dari aku sendiri awalnya pengen masuk SMP bisa bareng teman-teman aku. Tapi papa menganjurkan mungkin pesantren lebih baik biar aku bisa mengenal agama islam jauh lebih deep,“ ungkapnya.
Selama menjalani kehidupan di pesantren, pria berusia 19 tahun ini mengaku banyak merasakan perubahan dalam dirinya. Salah satu perubahan paling terasa adalah sikap disiplin yang semakin terbentuk.
“Perubahannya sih paling disiplin, karena kan di pesantren kita benar-benar tanggung jawab sama diri kita sendiri,“ jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa para ustaz hanya mengawasi hal-hal yang berkaitan dengan kewajiban ibadah. Selebihnya, para santri dituntut untuk mandiri dan mengurus berbagai kebutuhan mereka sendiri.
“Ustaz tuh paling cuma kayak kewajibannya bangunin kita shalat tahajud, shalat subuh, dan lain-lain. Sisanya kita cuci baju sendiri, makan pun harus ngantri agak panjang dan ya lebih ke menjaga diri sendiri sih akhirnya,” tutupnya.(*)
Artikel Asli




