Posko RAFI ESDM 2026 Dibuka, Kebutuhan BBM Diproyeksi Naik 12%

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Posko Nasional Sektor ESDM Periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) Tahun 2026 telah resmi dibuka. Ketua Posko Nasional Sektor ESDM RAFI 1447, Erika Retnowati, menyatakan pelaksanaan posko berlangsung selama 20 hari, mulai 12 Maret hingga 31 Maret 2026, yang dipusatkan di Gedung BPH Migas.

Erika menyatakan, selama periode posko, pemerintah menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), serta menyiapkan fasilitas tambahan di wilayah dengan tingkat permintaan tinggi.

“Secara umum kondisi ketahanan stok BBM aman baik gasoline, gasoil, kerosene maupun avtur,” kata Erika dalam konferensi pers Posko RAFI Sektor ESDM 2026 di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3).

Erika melanjutkan, kebutuhan BBM diproyeksikan mengalami peningkatan. Permintaan gasoline diperkirakan meningkat sekitar 12 persen dibandingkan kondisi normal.

“Proyeksi dinamika kebutuhan BBM selama periode posko ini diperkirakan gasoline akan naik sekitar 12 persen dari kondisi normal, sedangkan gasoil akan turun sekitar 14,5 persen dari kondisi normal. Adapun avtur diperkirakan akan naik 2,8 persen dan kerosene naik 4,2 persen,” kata Erika.

Untuk sektor LPG, pemerintah juga menyiagakan 40 terminal LPG, 757 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), serta 6.662 agen LPG. Prognosa ketahanan stok LPG selama periode tersebut dinyatakan aman dan dijaga tetap stabil sepanjang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Proyeksi penyaluran LPG selama periode posko diprediksi mengalami kenaikan sekitar 4 persen jika dibandingkan dengan rata-rata penyaluran normal,” tutur Erika.

Kemudian, Erika menyatakan gas akan disalurkan kepada lebih dari 3.290 pelanggan komersial dan industri, lebih dari 2.900 pelanggan kecil, lebih dari 818.000 sambungan gas rumah tangga, serta lebih dari sembilan pelanggan pembangkit listrik.

Penyaluran tersebut dilakukan melalui jaringan pipa gas terintegrasi sepanjang sekitar 33.400 kilometer, yang didukung oleh 13 SPBG, tiga Mobile Refueling Unit (MRU), serta tiga terminal LNG yang tersebar di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota.

“Diprediksi akan terjadi penurunan volume niaga sebesar 4,8 persen dibandingkan dengan realisasi RAFI tahun 2025,” lanjut Erika.

Sementara itu, kondisi pasokan tenaga listrik juga diperkirakan tetap dalam kondisi aman. Beban puncak sistem nasional diproyeksikan mencapai 47.198 megawatt dengan daya mampu pasok sebesar 51.608 megawatt. sehingga tersedia cadangan daya sekitar 4.410 megawatt atau sekitar 9,3 persen.

Pada hari Idul Fitri, kondisi pasokan listrik juga diproyeksikan aman dengan beban puncak sekitar 35.017 megawatt dan daya mampu pasok sebesar 51.967 megawatt, sehingga terdapat cadangan daya sekitar 16.950 megawatt atau sekitar 48,4 persen.

“Pada tanggal hari H Idul Fitri diproyeksikan beban puncak tumbuh 5,46 persen dari tahun 2025, namun lebih rendah 29 persen dari hari-hari normal,” ucap Erika.

Terakhir, posko RAFI juga telah membentuk tim tanggap darurat bencana geologi yang akan merespons dengan cepat setiap kejadian bencana serta bersiaga selama 24 jam.

“Serta meningkatkan pemantauan gunung api secara cermat di beberapa gunung api yang aktif,” tutup Erika.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Telepon MBS, Minta Aksi Militer di Timur Tengah Dihentikan
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Ini Tanda-tanda Balita Terkena Campak
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Dibombardir Amerika-Israel, Intelijen AS: Rezim Iran masih Kuat, tidak Ada Tanda Mau Jatuh
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dukung Mobilitas di Kampung Halaman, Pengiriman Sepeda Motor Meningkat Jelang Mudik
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
MG Sambut Musim Mudik dengan SMILE 2026
• 19 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.