Sejarah THR di Indonesia, Bermula dari Era Perdana Menteri Soekiman

republika.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu yang dinanti para karyawan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sebenarnya, sejak kapan THR menjadi tradisi di Indonesia?

Mengacu pada sejumlah sumber, kemunculan tradisi THR di Indonesia tak bisa dipisahkan dari sosok perdana menteri Indonesia yang keenam, yaitu Soekiman Wirjosandjojo. Pendiri dan ketua umum pertama Partai Masyumi ini pertama kali memperkenalkan konsep THR pada awal 1950-an.

Baca Juga
  • Pemberdayaan Perempuan Lahirkan Dampak Berantai
  • Program Gentengisasi Dimulai, UMKM Jatiwangi Terima Pesanan Rp 3 Miliar
  • Mantan TKW Pimpin UMKM Binaan Pertamina, Rengginang Balongan Tembus Pasar Ekspor

Sebagai perdana menteri Indonesia, Soekiman memiliki sejumlah program kerja melalui kabinetnya yang bernama Kabinet Sukiman-Suwirjo. Salah satu program kerja kabinet Sukiman-Suwirjo kala itu adalah meningkatkan kesejahteraan aparatur negara atau para pamong praja yang kini lebih dikenal sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Program kerja tersebut diwujudkan dengan pemberian THR kepada para aparatur negara. Kala itu, besaran tunjangan hari raya yang diberikan kepada aparatur negara berkisar antara Rp 125-200 per orang. Adapun THR bukan diberikan sebagai bonus atau tambahan gaji, melainkan dalam bentuk pinjaman di muka yang nantinya dikembalikan lewat potongan gaji.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Aturan mengenai pemberian THR pertama kali tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1954 tentang Pemberian Persekot Hari Raja kepada Pegawai Negeri. Dalam peraturan ini, THR hanya berlaku untuk ASN dan belum berlaku untuk pekerja swasta.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cahaya Investment Tender Offer Saham AYLS, Patok Harga Rp134 
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Preview AZ Alkmaar vs Sparta Praha: Ambisi Tuan Rumah di AFAS Stadion
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan, Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Dendam ke AS dan Israel: Ini Prioritas!
• 8 jam laludetik.com
thumb
Terpopuler Timnas Indonesia: Thom Haye Pamit dari Persib, Satu Pemain Maung Bandung Dipanggil, dan FIFA Beri Kode Garuda Tampil di Piala Dunia?
• 24 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.