JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik untuk tidak terburu-buru dalam menyimpulkan harga minyak dunia akan terus alami lonjakan tajam akibat perang di negara Timur Tengah.
Menurutnya, pergerakan harga minyak global saat ini masih sangat fluktuatif sehingga pemerintah perlu memantau perkembangan terlebih dahulu sebelum mengambil langkah penyesuaian dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya menegaskan perubahan alokasi anggaran dalam APBN tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan terburu-buru maka dari itu dirinya memberi waktu kepada pemerintah selama sebulan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar, Menkeu Purbaya Tak Ubah APBN Indonesia? | KOMPAS PAGI
"Enggak bisa sekarang ini besok berubah lagi. Sekarang ini besok berubah lagi. Capeklah gua kerjanya ngerubah-rubah anggaran terus. Jadi kita pastikan seperti apa gerakannya. Setelah pasti baru kita adjust semuanya," tegasnya dikutip dari YouTube KompasTV, Kamis (12/3/2026).
Selain itu, Menkeu Keuangan RI juga menjelaskan sembari memantau pergerakan harga minyak dirinya bersama pemerintah perlu untuk berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Menurutnya, jika jalinan kerja sama dengan BI masih terus terjaga pemerintah tidak akan terlalu sulit dalam mengatasi gejolak pasar.
"Oh, kita memastikan pertumbuhan ekonomi bagus, uang di sistem cukup dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi kerja sama yang erat antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga nilai tukar dan kalau kompak seperti ini enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar," ujarnya dikutip dari YouTube KompasTV.
Baca Juga: Harga Minyak Sentuh 100 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Masih Kuat | KOMPAS MALAM
Dalam beberapa waktu terakhir, lonjakan harga minyak dunia memang terus meningkat mengingat kondisi geopolitik di kawasan negara Timur-Tengah yang kian memanas. Menyusul kabar ditutupnya Selat Hormuz, kini diberitakan harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Penulis : Mareta Galuh Ayuningtyas Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- apbn
- lonjakan harga
- menkeu
- purbaya yudhi sadewa
- stabilitas ekonomi
- harga minyak global




