Dua Juta Pelaku Usaha di Sumut Akan Disensus, Termasuk Bisnis Online

mediaapakabar.com
14 jam lalu
Cover Berita
foto: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Asim Saputra pada Temu Pers  dengan tema "Sensus Ekonomi Sumatera Utara", yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut berlangsung di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponengoro Nomor 30 Medan, Kamis (12/3/2026).
Mediaapakabar.com-
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) akan melaksanakan Sensus Ekonomi pada Mei hingga Agustus 2026. Sebanyak dua juta pelaku usaha menjadi sasaran sensus tersebut, mulai dari usaha besar, UMKM, hingga bisnis berbasis online.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Sumut Asim Saputra saat temu pers tentang Sensus Ekonomi 2026 yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (12/3/2026).

Asim Saputra menjelaskan, sensus ini penting untuk memotret secara riil struktur perekonomian Indonesia, termasuk perkembangan ekonomi digital. Menurutnya, strategi pertumbuhan ekonomi tidak lagi dapat disusun dengan pendekatan lama.

“Jika dulu perkembangan usaha bisa dilihat dari toko-toko fisik, saat ini banyak usaha berkembang melalui platform digital,” ujarnya.

Ia mengatakan, sekitar dua juta pelaku usaha akan didata dalam sensus tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 1,5 juta pelaku usaha telah teridentifikasi, sementara sekitar 300 hingga 500 ribu lainnya masih belum terdata secara jelas.

"Ada 2 juta pelaku usaha yang akan dichecking. Sudah ada 1,5 juta yang dichecking. Sekitar 300-500 ribu pelaku usaha belum kita kenali. Usaha ada di rumah-rumah, kafe dengan sistem daring. Ini juga sasaran utama untuk sensus ekonomi 2026," katanya.

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Sumut menyiapkan sekitar 13.000 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan secara langsung.

“Dengan sensus ekonomi maka data ekonomi semakin clear. Sekitar 2,5 bulan melakukan pendataan door to door. Target 2 juta pelaku usaha bisa diselesaikan selama 2,5 bulan,” ujarnya.

Adapun cakupan lapangan usaha yang akan disensus meliputi sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air dan air limbah, pengolahan dan pemulihan material sampah, aktivitas remediasi, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, real estate, kesenian, hiburan dan rekreasi, serta berbagai sektor usaha lainnya.

Berdasarkan data Sensus Ekonomi 2016, jumlah usaha di Sumut tercatat sebanyak 1.166.198 unit usaha. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.153.758 merupakan usaha mikro kecil, sedangkan usaha menengah dan besar sebanyak 13.160 unit.

Jumlah tenaga kerja yang tercatat mencapai 3.219.673 orang. Dari jumlah tersebut, tenaga kerja pada usaha mikro kecil sebanyak 2.640.639 orang, sedangkan pada usaha menengah dan besar sebanyak 579.034 orang.

"Mari kita sukseskan sensus ekonomi 2026. Dengan data yang akurat, kebijakan ekonomi akan tepat sasaran," pungkasnya.(MC/DN)



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antrean Truk Sampah Mengular di TPST Bantargebang, Sopir Harus Menunggu Berjam-jam
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Diplomasi Pariwisata di Warsawa: Potensi Transaksi Tembus US$7,5 Juta
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Video Kerumunan Menggotong Peti Disebut Pemakaman Ali Khamenei, Faktanya Acara Keagamaan di Irak
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Siapa yang Menetapkan Cantik Itu Putih? Mari Kita Bongkar Rahasia Wanita Sunda
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Bandar Narkoba yang Setor Uang ke AKBP Didik Ditangkap
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.