Antrean Truk Sampah Mengular di TPST Bantargebang, Sopir Harus Menunggu Berjam-jam

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Sejumlah sopir truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengeluhkan antrean panjang saat hendak membuang muatan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Akibat kondisi itu, para sopir mengaku harus bekerja jauh di luar jam kerja karena harus menunggu antrean yang mengular hingga berjam-jam.

“Saya mengantre sampai 20 jam lebih. Bahkan ada yang 27 jam. Kemarin saya antre dari jam 12 malam, tapi baru masuk nimbangnya jam 2 siang. Nah, nanti keluarnya jam 10 malam,” ujar Adi (38), sopir truk sampah wilayah Jakarta Timur, kepada Kompas.com, Kamis (12/3/2026).

Baca juga: Air Lindi Truk Sampah Antre ke TPST Bantargebang Picu Bau Menyengat dan Jalan Licin

Menurut Adi, pihaknya sebelumnya telah mendapat informasi dari kantor bahwa proses pembuangan sampah akan terhambat akibat longsor yang terjadi di TPST Bantargebang pada Minggu (8/3/2026).

Ia mengatakan, setelah peristiwa tersebut, lokasi pembuangan sampah hanya dibuka di satu titik sehingga antrean kendaraan menjadi jauh lebih panjang.

“Di situ kami semua pada kelabakan karena antreannya jadi panjang. Tiga titik saja bisa sampai 12 jam, apalagi cuma satu titik,” kata dia.

Selain keterbatasan titik pembuangan, Adi juga mengeluhkan kondisi jalan menuju TPST Bantargebang yang rusak sehingga memperparah kemacetan.

Ia menyebutkan, meski sistem kerja sopir menggunakan sistem shift, kenyataannya para sopir tetap harus menunggu antrean panjang.

“Walaupun di shift, tetap saja kita harus antre panjang,” ujar Adi.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat jadwal kerja para sopir menjadi tidak menentu.

Baca juga: Truk Sampah Antre 8 Km ke TPST Bantargebang, Jalan Siliwangi Bekasi Macet Total

Bahkan, ada sopir yang harus menahan muatan sampah di truk selama berjam-jam sebelum bisa membuangnya.

“Jadi misalnya shift 1 itu jam 12 malam, pagi kita harusnya sudah muat lagi. Tapi sekarang kita malah masih nahan sampah,” kata dia.

Ia menambahkan, tidak semua sopir memiliki tempat parkir yang aman untuk menunggu antrean.

Akibatnya, banyak truk terpaksa berhenti di pinggir jalan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Itu juga enggak aman dan jadi tanggung jawab teman-teman,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Banten Menghancurkan 7.733 Botol Miras, Lihat Itu
• 58 menit lalujpnn.com
thumb
Anggota DPR Minta Pemerintah Antisipasi Arus Mudik Lebaran yang Bertepatan dengan Nyepi
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Cerita Penumpang Rasakan "Krisis Ojol": Pesanan Dibatalkan Driver Berkali-kali
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Penampakan Armada "Pembawa Petaka" AS Tiba di Inggris, Menuju Iran?
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Partai Demokrat Khawatir Perang AS ke Iran Tanpa Strategi Jelas
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.