Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengupdate kedatangan Kapal Induk eks-AL Italia, Giuseppe Garibaldi ke Indonesia. Katanya, kapal tersebut akan Oktober tahun ini.
"Insyaallah Garibaldi akan datang di Indonesia tahun 2026. Tapi kita akan merapikan karena kita punya industri PT PAL mampu untuk merapikan," ucap Sjafrie, usai bertemu Menhan Australia, Kamis (12/3).
Setiba di Indonesia, kapal ini akan diubah namanya menggunakan nama Indonesia.
"Jadi kita rapikan Garibaldi itu di Indonesia. Jadi nanti bukan Garibaldi lagi namanya," ucap Sjafrie.
Soal anggaran, Sjafrie belum begitu memahami skemanya. Tapi, ia siap jika ada efisensi yang dikenakan terkait perawatan dan pemeliharaan kapal.
"Ya nanti tanya sama Dirjen Renhan ya, saya kurang begitu paham mengenai anggarannya. Tapi saya memutuskan, jadi kalau dibilang efisien, efektif, saya siap," ucap Sjafrie.
Sekilas Giuseppe GaribaldiKapal Induk Giuseppe Garibaldi sebelumnya adalah alutsista AL Italia, yang telah mengikuti beberapa operasi militer di Kosovo, Somalia, Libya hingga Afghanistan.
Kapal ini punya dek terbang sepanjang 174 meter dan lebar 30 meter. Ia mampu membawa konfigurasi 18 pesawat atau helikopter, namun pesawat yang dibawa adalah jenis Harrier II, yang punya kemampuan lepas landas vertikal (S/VTOL).
Kapal ditenagai mesin 4 × General Electric/Avio LM2500 dengan turbin gas, dengan kekuatan 60,400 kW atau 81,000 tenaga kuda. Dari Italia, kapal itu berstatus hibah yang diberikan melalui kerja sama antarpemerintah (government to government) antara kedua negara.
Meski begitu, Indonesia tetap perlu menanggung sejumlah biaya seperti pemeliharaan, perbaikan, serta proses retrofit agar kapal dapat digunakan sesuai kebutuhan operasional.
Rencananya kapal akan dimanfaatkan untuk operasi militer selain perang, terutama penanganan bencana. Dengan dek heli yang mampu menampung hingga enam helikopter atau lebih, sehingga dapat mempermudah distribusi bantuan logistik, personel, maupun barang ke wilayah terdampak bencana tanpa harus bolak-balik ke pangkalan atau lanud yang jauh.





