Oman Tutup Terminal Minyak Usai Serangan Iran di Perairan Irak, Pasokan Terancam

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Oman mengevakuasi seluruh kapal di terminal ekspor minyak mentah utamanya hari ini, Kamis (12/3), usai serangan Iran menghantam dua kapal tanker minyak mentah di perairan Irak, meningkatkan risiko pasokan energi global.

Dikutip dari Bloomberg, serangan terhadap kapal-kapal di lepas pantai Irak mendorong terminal minyak negara itu untuk menangguhkan operasi. Sementara itu, kapal-kapal diperintahkan untuk meninggalkan pelabuhan Mina Al Fahal di Oman sebagai tindakan pencegahan.

Perkembangan terbaru menunjukkan peningkatan serangan balasan dari Iran, menambah pesimisme perang akan berlanjut lebih lama. Evakuasi di Mina Al Fahal, yang terletak di luar Selat Hormuz, menunjukkan bagaimana konflik meluas dan mengancam beberapa pelabuhan tempat minyak Timur Tengah.

Organisasi Negara Irak untuk Pemasaran Minyak (SOMO) mengatakan kapal tanker yang terkena serangan di perairan teritorialnya adalah Safesea Vishnu yang berbendera Kepulauan Marshall dan Zefyros yang berbendera Malta.

Menurut pernyataan Direktur Perusahaan Umum Pelabuhan Irak, yang dimuat oleh kantor berita Irak, Oman menghentikan operasi di terminal minyaknya.

“Peristiwa ini berdampak negatif terhadap keamanan dan ekonomi Irak, dan menimbulkan ancaman terhadap keselamatan navigasi maritim dan kegiatan minyak di perairan teritorial Irak,” kata SOMO dalam sebuah pernyataan.

Serangan terhadap kapal telah meningkat dalam beberapa hari terakhir. Operasi Perdagangan Maritim Inggris mengatakan pada Kamis bahwa sebuah kapal terkena proyektil yang tidak dikenal di sebelah utara Jebel Ali di Uni Emirat Arab.

Sementara juru bicara Angkatan Laut Thailand mengatakan sebuah kapal kargo terkena serangan pada Rabu. Mayuree Naree yang berbendera Thailand, kapal pengangkut curah berbobot 30.000 ton, sedang berusaha keluar dari Selat Hormuz pada saat itu.

“Jika gangguan terhadap ekspor minyak Oman ternyata lebih berkelanjutan, kekhawatiran atas pasokan regional yang lebih luas akan meningkat. Pasar harus mulai mengkhawatirkan lebih dari sekadar aliran minyak Selat Hormuz," kata kepala strategi komoditas di ING Groep NV Singapura, Warren Patterson.

Harga minyak mentah Brent global melonjak hingga 10 persen hari ini seiring krisis yang semakin dalam, bahkan berita tentang pelepasan cadangan bersejarah sebesar 400 juta barel yang dikoordinasikan oleh Badan Energi Internasional pun tidak mampu meredam kenaikan tersebut.

Perintah evakuasi untuk Mina Al Fahal dikeluarkan setelah serangan drone di pelabuhan lain di negara itu pada Rabu. Otoritas pelabuhan Oman dan agen pelabuhan setempat tidak menanggapi permintaan komentar.

Drone juga menabrak tangki bahan bakar di Pelabuhan Salalah, sementara yang lain dicegat, menurut Kantor Berita Oman yang dikelola pemerintah, yang mengutip sumber keamanan. Salalah sejak itu menangguhkan operasi di terminal kontainer dan kargo umumnya, sementara pelabuhan Oman lainnya seperti Duqm beroperasi normal, menurut laporan dari Inchcape Shipping Services.

Sekitar 1 juta barel minyak Oman diekspor setiap hari dari Mina Al Fahal, menurut Kpler. Harga minyak mentah jenis ini berada di kisaran USD 121 per barel pada penutupan perdagangan Rabu, jauh di atas patokan global Brent, yang saat ini berada di sekitar USD 97 per barel.

Gangguan di terminal ekspor minyak mentah Oman juga signifikan karena jenis minyak ini adalah salah satu dari dua jenis yang masih dapat digunakan untuk menentukan patokan harga Dubai di Timur Tengah, yang pada gilirannya menentukan nilai sebagian besar pasokan di wilayah tersebut. Jenis minyak yang dimuat dari dalam Teluk Persia dikecualikan dari mekanisme penetapan harga oleh S&P Global Energy pekan lalu.

Baik S&P Global Energy maupun Gulf Mercantile Exchange yang berbasis di Dubai, tempat kontrak berjangka minyak Oman disimpan, tidak menanggapi permintaan komentar terpisah.

Penutupan efektif Selat Hormuz, jalur yang dilalui seperlima minyak dunia, telah menyebabkan Irak, Kuwait, dan Arab Saudi mengurangi produksi. Pemuatan terus berlanjut dari Fujairah, terminal ekspor utama UEA yang terletak di luar selat, tetapi beberapa pemilik kapal menghindari pelabuhan tersebut karena risiko serangan. Sementara itu, Arab Saudi mengirimkan minyak melalui pipa ke Yanbu di pantai Laut Merah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Transjabodetabek Blok M - Soekarno-Hatta Resmi Beroperasi, Tarif Rp3.500 untuk Tiga Bulan Pertama
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cerita Seru Joan Mir saat SIM di Mallorca Spanyol!
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
BCA (BBCA) Tebar Dividen Tahun Buku 2025 Rp336 per Saham atau Setara Rp41,3 Triliun
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Lakukan Intimidasi dan Keroyok Warga di Bandung, Enam Orang Mata Elang Ditangkap
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Polda Banten Gelar Pasukan Operasi Ketupat, 3.972 Personel Disiagakan
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.