PRESIDEN Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel hanya bisa diakhiri melalui pengakuan hak-hak sah negaranya. Pernyataan ini disampaikan Pezeshkian pada Rabu (11/3) sebagai respons atas ketegangan yang terus memuncak di kawasan tersebut.
3 Poin Utama Syarat Damai dari TeheranMenurut Pezeshkian, ada tiga poin utama yang harus dipenuhi untuk menghentikan perang yaitu mengakui hak-hak sah Iran, pembayaran ganti rugi, dan jaminan internasional yang tegas terhadap agresi di masa depan.
Melalui unggahannya di platform X, Pezeshkian juga menekankan bahwa Iran tetap berkomitmen penuh terhadap perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Baca juga : Presiden Iran Tuduh Israel Coba Membunuhnya selama Perang 12 Hari
Ancaman Balasan IranDi hari yang sama, angkatan bersenjata Iran memberikan peringatan keras akan adanya serangan balasan besar-besaran jika AS nekat mengincar pelabuhan-pelabuhan mereka.
Gertakan ini muncul setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengunggah pesan dalam bahasa Persia di akun X, yang meminta warga sipil Iran menjauhi fasilitas pelabuhan tempat operasi angkatan laut berlangsung.
Juru bicara angkatan bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, memberikan tanggapan lugas dalam wawancaranya dengan stasiun televisi pemerintah, IRIB TV:
Baca juga : Ditarget Serangan Israel, Presiden Iran Ingatkan AS Jangan Terseret Perang Netanyahu
"Kalau AS melaksanakan ancamannya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, maka tidak ada pelabuhan, pusat ekonomi, atau titik di Teluk Persia yang akan berada di luar jangkauan kami," kata Shekarchi.
Ketegangan ini merupakan buntut dari serangan gabungan yang diluncurkan Israel dan AS pada 28 Februari lalu ke Teheran dan sejumlah kota lainnya.
Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta jajaran komandan militer senior dan warga sipil.
Sebagai balasan, Iran telah meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta aset-aset strategis AS di Timur Tengah.
(Ant/Xinhua/P-4)





