Telegram Instruksi Siaga 1 Panglima TNI, Kodam V Brawijaya Perketat Pengawasan

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA – Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan instruksi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait penetapan status Siaga 1 di seluruh wilayah Indonesia.

Instruksi itu adalah langkah antisipasi terhadap potensi eskalasi situasi keamanan dalam negeri yang dipicu oleh konflik yang tengah berkecamuk di kawasan Jazirah Arab.

Perintah kesiagaan tersebut secara resmi tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor: TR/283/2026 yang diterbitkan pada Minggu (1/3/2026). Dokumen tersebut ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun, yang menginstruksikan kepada segenap jajaran TNI di daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika situasi nasional.

Merespons perintah tersebut, Wakapendam V/Brawijaya Letkol Czi Yudo Aji Susanto menegaskan seluruh jajaran Kodam V/Brawijaya tegak lurus terhadap setiap kebijakan yang telah digariskan oleh Mabes TNI.

Ia menyebut koordinasi intensif terus dilakukan guna memastikan pertahanan maupun stabilitas di wilayah Jawa Timur tetap terjaga di tengah gejolak geopolitik.

“Pada intinya, kami Kodam V/Brawijaya sebagai satuan bawah tetap selaras dengan kebijakan komando atas,” tegas Yudo, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga

  • Ini Penjelasan Panglima TNI Soal Penerapan Siaga 1 di Indonesia
  • Puan Minta TNI Beri Penjelasan soal Telegram Instruksi Status Siaga 1
  • Pro-Kontra Panglima TNI Terapkan Siaga 1 di Indonesia

Selain memperkuat koordinasi internal, Kodam V/Brawijaya juga melakukan pemetaan intensif terhadap kondisi wilayah. Yudo menjelaskan meski keadaan regional di Jawa Timur saat ini masih terkendali, pengawasan terhadap perkembangan informasi dan potensi kerawanan tetap menjadi prioritas utama pihaknya.

“Tentunya dengan mempertimbangkan situasi dan wilayah dan selalu memonitor perkembangan situasi dan selalu mengikuti arahan komando atas,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah memerintahkan segenap jajarannya untuk Siaga 1 dan menyiapkan langkah antisipasi atas perkembangan situasi akibat konflik yang memanas di kawasan Jazirah Arab.

Perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor: TR/283/2026 yang diteken oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun, tertanggal Minggu (1/3/2026)

Surat itu berisi tujuh instruksi agar segenap jajaran TNI mulai siaga dengan menyiapkan sejumlah langkah strategis di dalam negeri jika eskalasi akibat konflik bersenjata antara Iran vs AS-Israel tak kunjung mereda.

"Kita menguji kesiapsiagaan personel dan materi. Jadi hal yang biasa. Itu hal biasa-lah [penetapan status] Siaga I itu," ucap Agus di Istana Negara pada Selasa (10/3/2026).

Seiring dengan penerapan Siaga 1 oleh Panglima TNI, banyak personel TNI dengan kendaraan taktis beroperasi di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Agus menjelaskan bahwa hal itu hanya untuk menguji kesiapsiagaan personel dengan materilnya. 

"Itu kan dari wilayah-wilayah itu ke Jakarta berapa menit, kita hitung. Kalau terjadi sesuatu di Jakarta kan bisa cepat digerakkan," ujar Agus. 

Agus juga menerangkan bahwa masing-masing personel dan kendaraan taktis telah dikembalikan ke tiap-tiap satuannya.

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani telah meminta komisi terkait untuk memanggil jajaran petinggi Mabes TNI guna menjelaskan Instruksi Siaga 1, menyusul konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran. 

Puan menyampaikan bahwa hal tersebut perlu dijelaskan secara rinci agar dapat menjawab penting atau tidaknya pemberlakuan Instruksi Siaga 1. 

"Kami akan meminta komisi terkait untuk menanyakan kepada TNI terkait hal tersebut, dan sebaiknya memang aparat hukum atau TNI itu selalu siap siaga. Namun, kalau kemudian sampai ada surat seperti itu dalam situasi seperti ini, mungkin apakah itu diperlukan atau tidak, lebih baik TNI memberikan penjelasan yang konkret atau jelas," beber Puan di Kompleks Parlemen, Selasa (10/3/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rugi Merdeka Gold (EMAS) Bengkak 116,62% di 2025 Jadi US$27,49 Juta
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hasil Pertemuan JK dengan Mantan Dubes, Bahas Harga Minyak hingga Board of Peace
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Seruan Pertama Mojtaba Khamenei: Tutup Semua Pangkalan AS di Kawasan!
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rismon Sianipar Ajukan Restorative Justice, Kubu Roy Suryo: Kehendak Pribadi atau Ada Tekanan?
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Rudal Iran dan Hizbullah Serang Israel, Sasar 50 Target Markas Militer
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.