REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemimpin spiritual tertinggi Iran Mojtaba Khamanei bersuara lantang. Dalam pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi pemerintah, pemimpin tertinggi Iran mengatakan negara itu akan mendapatkan kompensasi dari musuh.
"Jika mereka menolak, kami akan mengambil aset mereka sejauh yang kami anggap pantas, dan jika itu tidak memungkinkan, kami akan menghancurkan aset mereka dengan jumlah yang sama," katanya dalam pernyataan tersebut.
Baca Juga
Rusia Tegaskan Iran Berhak untuk Membela Diri Sesuai Piagam PBB
KPK Jawab Mengapa Butuh Waktu Lama untuk Putuskan Menahan Eks Menag Yaqut
Eks Menag Yaqut Disangkakan Rugikan Negara Rp 622 Miliar di Perkara Kuota Haji
Pernyataan ini merupakan statemen pertama Mojtaba usai diangkat menggantikan sang ayah yang terbunuh dalam serangan Udara AS.
Mojtaba Khamenei juga meminta semua pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut harus segera ditutup, atau pangkalan-pangkalan tersebut akan terus diserang.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Di sisi lain, Iran menginginkan hubungan baik dengan negara-negara tetangganya. Teheran hanya menargetkan pangkalan-pangkalan AS di wilayah mereka, dan akan terus melakukannya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)