Mahasiswa Yaman-India Cerita Ramadan Jauh dari Keluarga saat Kuliah di Jogja

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Ramadan di perantauan menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa internasional yang menempuh studi di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Sebagian dari mereka menjalani bulan puasa jauh dari keluarga dan tradisi yang biasa dilakukan di negara asal.

Salah satunya dialami Nahlah Nabil S. Ahmed, mahasiswa asal Yaman. Ia mengaku Ramadan tahun ini menjadi pengalaman pertamanya menjalani puasa di luar negeri selama menempuh studi di UNISA.

“Ini adalah pengalaman Ramadan pertama saya di Indonesia, khususnya di UNISA. Ramadan di sini sangat indah, dan orang-orangnya sangat baik. Saya merasa sangat bahagia,” ungkapnya saat ditemui tim Pandangan Jogja, Jumat (27/2).

Menurutnya, lingkungan kampus membantu dirinya menjalani puasa meski berada jauh dari keluarga di negara asal.

“Lingkungan di UNISA sangat membantu saya dalam menjalankan puasa. Orang-orang di sini sangat baik, mereka memberikan rasa bahagia dan kenyamanan. Hal itu membantu saya bersabar menjalani puasa meskipun jauh dari keluarga,” ujarnya.

Pengalaman berbeda juga dirasakan Mohammed Arman, mahasiswa asal India yang telah menjalani studi di Yogyakarta selama lima tahun. Selama itu pula ia merasakan suasana Ramadan di Indonesia.

Ia mengaku momen berbuka puasa sering dijalani dengan cara sederhana. Terkadang, ia juga merasakan kesedihan ketika harus berbuka puasa seorang diri.

“Aku di sini enggak pernah (beli) takjil juga ya. Karena bingung ya, mau beli apa aja. Terus, buka puasa pakai kurma aja. Nanti salat dulu, terus sekalian aku beli makan. Terus, pas makan itu sedihlah. Makan sendiri ya,” katanya.

Meski demikian, Arman menyebut adanya dukungan dari kampus yang membantu mahasiswa internasional selama menjalani studi di Yogyakarta.

“Alhamdulillah, Kak. Itu ada yang satu office di Gedung A itu, ada office itu BKUY,, itu untuk office internasional, yang bantu itu international student, ya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan juga diberikan saat Ramadan maupun Idulfitri.

“Pas Idul Fitri, mereka (Unisa) kirim aku untuk makanan juga, kayak rendang, ketupat gitu, ya. Terus sering ajak juga buka di sini (Masjid Walidah Dahlan), aku kadang ikut,” lanjutnya.

Cerita para mahasiswa internasional tersebut juga dibagikan dalam kegiatan bertajuk “Dialog Ruang Ketiga: Puasa dalam Pengalaman Bangsa-Bangsa” yang digelar di Masjid Walidah Dahlan, UNISA Yogyakarta pada (27/2).

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa internasional asal Nigeria, Sudan, Ghana, Libya, India, dan Yaman berbagi pengalaman mengenai tradisi Ramadan di negara masing-masing sekaligus menceritakan bagaimana mereka menjalani puasa selama berada di Indonesia.

Kegiatan itu diakhiri dengan buka puasa bersama yang terbuka untuk umum sebagai ruang kebersamaan dan pertukaran budaya di lingkungan kampus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sempat Lapor Diduga Hilang, Motor Dokter Muda RSAL Ternyata Tertukar dengan Pengunjung
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Usai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Mantan Menag Gus Yaqut Kenakan Rompi Oranye KPK
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Bupati Algafry: Polisi Akan Tindak Tegas Warga Penimbun BBM
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Penerimaan Pajak Naik 30,4 Persen Jadi Rp245 Triliun hingga Februari 2025
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Alasan Video UGC Diminati di Era Sekarang
• 23 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.