Penuhi Panggilan KPK, Yaqut Langsung Ditahan?

jpnn.com
15 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Tersangka kasus kuota haji sekaligus mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) memenuhi panggilan KPK.

Yaqut datang ke gedung KPK pada pukul 13.10 WIB.

BACA JUGA: Hadapi Praperadilan Gus Yaqut, KPK Klaim Kantongi Hasil Audit BPK dan 40 Saksi

“YCQ sudah hadir untuk memenuhi panggilan penyidik. Dia tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 13.10 WIB. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis, Kamis.

Sementara itu, Yaqut saat memenuhi panggilan turut menjawab pertanyaan para jurnalis yang menunggu kedatangannya terkait kesiapan ditahan oleh KPK.

BACA JUGA: Yaqut Cholil dan Gus Alex Belum Ditahan, Pencekalan Diperpanjang

“Tanya diri anda sendiri,” ujar Yaqut.

Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK mengumumkan mulai menyidik kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.

BACA JUGA: Tersangka Korupsi Kuota Haji Gus Yaqut Tepis Foto yang Viral Itu

Pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih dan mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri hingga enam bulan ke depan.

Mereka yang dicegah adalah Yaqut, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex selaku staf Yaqut, dan Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour.

KPK pada 9 Januari 2026, mengumumkan dua dari tiga orang yang dicegah tersebut menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, yakni Yaqut dan Gus Alex.

Namun, Yaqut mengajukan permohonan praperadilan atas penetapan tersangka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 10 Februari 2026 dan terdaftar dengan nomor perkara 19/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL.

Pada 19 Februari 2026, KPK mengumumkan perpanjangan pencegahan ke luar negeri hanya untuk Yaqut dan Gus Alex. Sementara, Fuad tidak diperpanjang.

Pada 27 Februari 2026, KPK mengumumkan telah menerima audit dari BPK RI mengenai kerugian keuangan negara akibat kasus kuota haji. Kemudian pada 4 Maret 2026, KPK mengumumkan kerugian keuangan negara akibat kasus tersebut mencapai Rp622 miliar.

Pada 11 Maret 2026, majelis hakim PN Jaksel menolak permohonan praperadilan Yaqut. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pesan Khusus Prabowo untuk Rakyat Indonesia


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Guru Besar Unair Sebut Konten Medsos yang Tak Terkontrol Buat Anak Dewasa Sebelum Waktunya
• 49 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Hari Ini KPK Panggil Yaqut sebagai Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Menghitung Amunisi Perang AS, Israel dan Iran, Siapa Duluan Habis?
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara dalam Kasus Peredaran Narkoba di Rutan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika Pejabat Jakarta Menjelma Jadi Model untuk Angkat Pamor Busana Tanah Abang
• 1 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.