5 Fakta Al-Aqsa Diblokade Israel saat Ramadan: Pancing Amarah Negara Muslim

suara.com
13 jam lalu
Cover Berita

Suara.com - Pendudukan Israel terhadap Palestina kini tiba di titik puncak usai keputusan Israel untuk menutup akses masjid Al-Aqsa, Yerusalem di bulan Ramadan 2026 ini.

Keputusan ini menambah panasnya konflik Israel dan Palestina sehingga kembali mengubah kondisi geopolitik dunia di Timur Tengah.

Negara-negara Muslim berbondong-bondong memberikan kecaman keras terhadap keputusan yang diambil oleh Israel tersebut.

Sejumlah negara telah memberikan pernyataan tegas dan akan mengambil tindakan serius jika blokade Al-Aqsa tak segera diurungkan oleh Israel.

Simak fakta Israel blokade Al-Aqsa berikut selengkapnya.

Awal mula penutupan

Mengutip Al Jazeera, Kamis (12/3/2026), blokade ketat terhadap Masjid Al-Aqsa ini telah berlangsung selama 12 hari berturut-turut, terhitung sejak awal Maret 2026.

Penutupan akses ini menjadi sangat kontroversial karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Israel dinilai mengambil keputusan yang tak manusiawi pada masa umat Muslim seharusnya meningkatkan intensitas ibadah di masjid tersebut.

Baca Juga: Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian

Israel secara sepihak menutup gerbang-gerbang utama menuju kompleks Al Haram A Sharif, sehingga mencegah masuknya jamaah yang ingin menunaikan salat fardu maupun tarawih.

Tindakan ini memicu ketegangan besar di Yerusalem Timur, mengingat durasi penutupan yang cukup lama di tengah momen religius yang sangat penting bagi masyarakat Palestina dan umat Islam dunia.

Warga Palestina melakukan shalat Idul Adha di lapangan kompleks Masjid Al Aqsa yang oleh Muslim dikenal sebagai 'Tempat Suci' dan untuk Yahudi dikenal sebagai 'Temple Mount' di Kota Tua Yerusalem, 11 Agustus 2019. (ANTARA/Reuters/Ammar Awad/aww/cfo)

Nasib jemaah Al-Aqsa nelangsa

Selama masa blokade, jamaah Al-Aqsa mengalami pembatasan ruang gerak yang sangat represif di wilayah Kota Tua Yerusalem.

Pasukan keamanan Israel menerapkan penjagaan ketat dan pemeriksaan berlapis yang menghalangi warga untuk mencapai tempat ibadah mereka.

Middle East Monitor melaporkan warga Palestina yang terpaksa melakukan salat di jalanan aspal atau lorong-lorong sempit di luar gerbang karena akses masuk ditutup total.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir Pulau Obi, Ini Upaya Harita Nickel
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tak Hanya Tiket Murah, DPR Minta Pemerintah Jaga Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Fenomena Krisis Ojol, Sudah Tunggu 20 Menit Malah Dibatalkan
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Pesawat Pengisi Bahan Bakar AS Jatuh di Irak
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Petronas Temukan Cadangan Hidrokarbon Baru di Lepas Pantai Jawa Timur
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.