Fenomena Krisis Ojol, Sudah Tunggu 20 Menit Malah Dibatalkan

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengguna ojek online (ojol) mengeluhkan sulitnya mendapatkan pengemudi pada sore hingga menjelang malam hari. Bahkan, sebagian penumpang harus menunggu lama sebelum akhirnya mendapatkan driver, namun pesanan justru dibatalkan.

Keluhan ini salah satunya disampaikan oleh pengguna ojol, Amo (29).

“Saya nunggu hampir 20 menit, sekalinya dapat itu pasti langsung di-cancel padahal saya tidak pakai promo,” kata Amo saat berbincang degan Kompas.com, Kamis (12/3/2026).

Menurut Amo, kondisi tersebut semakin sering terjadi saat jam-jam sibuk, terutama menjelang waktu malam hari atau ketika cuaca sedang hujan.

Baca juga: Krisis Ojol, Driver Tak Mau Ambil Orderan Saat Jam Sibuk: Jemputnya Jauh dan Macet

“Apalagi kalau kondisinya menjelang maghrib, hujan, makin tidak ada yang mau,” lanjut dia.

Karena kesulitan mendapatkan ojol, Amo terkadang terpaksa menggunakan moda transportasi lain.

“Kalau enggak ada yang mau saya biasanya naik JakLingko, padahal kondisi sudah capek, penginnya naik motor biar bisa langsung sampai rumah,” kata dia.

Amo berharap para pengemudi tidak terlalu selektif dalam mengambil pesanan, terutama pada jam-jam pulang kerja ketika banyak masyarakat membutuhkan layanan transportasi.

Penumpang lain, Zahra (26), mengaku kerap kesulitan memesan ojol pada jam pulang kerja.

“Saya susah pesan ojek itu pasti pas sore atau mau buka puasa. Saya harus menunggu hingga 20 menit,” kata Zahra.

Menurut Zahra, setelah akhirnya mendapatkan pengemudi, ia masih harus menunggu lagi karena jarak driver yang menerima pesanan cukup jauh.

“Kalau udah dapet nih saya harus nunggu 10 menit lagi. Karena driver-nya pasti dapetnya yang jauh-jauh,” kata Zahra.

Pengguna lainnya, Naila (25), mengaku kesulitan mendapatkan pengemudi saat memesan ojol menggunakan mode tarif hemat.

“Kalau pakai mode hemat, sama sekali tidak ada yang mau ambil. Kalau diganti ke standar dua menit doang langsung ada yang pick up,” kata Naila.

Baca juga: Driver Ojol Akui Banyak Pengemudi Matikan Aplikasi Sore Hari, Mengapa?

Ia juga menyebut saat jam sibuk, mode hemat di aplikasi ojol miliknya kerap hilang.

“Kadang suka tidak ada diskon hematnya, terus merah karena permintaannya banyak,” kata Naila.

Untuk diketahui, di media sosial, keluhan mengenai sulitnya mendapatkan ojol juga ramai dibicarakan warganet. Sebagian bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai fenomena “krisis ojol.”

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dari berbagai informasi yang beredar di media sosial maupun komunitas driver, muncul dugaan bahwa fenomena ini berkaitan dengan ketidakseimbangan antara pendapatan yang diterima pengemudi dan biaya operasional yang harus mereka keluarkan.

Sejumlah pengemudi disebut memilih tidak mengambil pesanan atau mematikan aplikasi pada jam-jam tertentu, terutama saat lalu lintas sedang padat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Ciayumajakuning Saat Mudik Lebaran
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Selat Hormuz Lumpuh! Sejumlah Kapal Terjebak Akibat Perang Iran vs AS Israel | KOMPAS PAGI
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Soroti Pembelaan Nadiem Makarim di Sidang Kasus Chromebook, Hinca Puji Ketelitian Jaksa
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Ini Dia Tanda-tanda Datangnya Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadan yang Harus Kamu Ketahui
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Konflik Timur Tengah Memanas, Prabowo Panggil Luhut-Purbaya Pastikan APBN dan BBM Aman
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.