PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat kinerja positif sepanjang tahun lalu dengan membukukan laba bersih sebesar Rp276 miliar.
IDXChannel - PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat kinerja positif sepanjang tahun lalu. Bank digital milik Jerry Ng dan Patrick Walujo tersebut mencatat pertumbuhan laba lebih dari 100 persen.
Bank Jago membukukan laba bersih sebesar Rp276 miliar pada tahun lalu, tumbuh 114 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp129 miliar. Capaian ini sekaligus menandai kinerja Bank Jago dalam menjaga profitabilitas secara berkelanjutan.
Hingga akhir 2025, Bank Jago memiliki 18,2 juta nasabah, naik hampir 3 juta dibandingkan 2024 yang sebanyak 15,3 juta nasabah. Sejalan dengan kenaikan nasabah funding, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada tahun lalu mencapai Rp18,8 triliun, tumbuh 38 persen secara tahunan.
“Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka,” kata Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris melalui keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).
Bank Jago secara konsisten melakukan sejumlah pengembangan pada Aplikasi Jago yang memiliki keunikan dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Untuk melengkapi fungsi pengelolaan keuangan yang menggunakan fitur Kantong (Pockets), Aplikasi Jago baru-baru ini menghadirkan fitur Kantong Valas untuk simpanan dan transaksi dalam mata uang asing serta Kartu Digital Pro untuk kebutuhan transaksi pelaku usaha individu.
Kolaborasi kuat dengan berbagai mitra strategis, mulai dari ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, hingga lembaga keuangan lainnya, masih menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit Bank Jago. Di saat yang sama, Bank Jago telah mengembangkan Jago Dana Cepat, yaitu penyaluran kredit secara langsung berbasis aplikasi kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab.
Hingga akhir 2025, Bank Jago menyalurkan kredit sebesar Rp24,3 triliun, meningkat 38 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp17,7 triliun. Pertumbuhan ini tetap terjaga dengan pengelolaan risiko yang disiplin dan prinsip kehati-hatian, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang rendah di level 0,6 persen, lebih baik dibanding rata-rata NPL perbankan nasional.
Seiring ekspansi kredit yang sehat, total aset Bank Jago mencapai sebesar Rp36,5 triliun, naik 28 ersen dibandingkan perolehan 2024 yang sebesar Rp28,5 triliun. Berkat kombinasi pertumbuhan DPK dan kredit yang positif, Bank Jago berhasil mencatatkan laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp276 miliar atau meningkat 114 persen dari Rp129 miliar pada tahun sebelumnya.
Rasio kredit terhadap simpanan atau loan-to-deposit ratio (LDR) berada pada posisi 94 persen. Sementara rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai sebesar 31,6 persen. Ini menunjukkan tingkat likuiditas yang sehat dan tingkat permodalan yang kuat bagi Bank Jago untuk terus berinovasi dan menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan.
¨Kami mengapresiasi seluruh nasabah, mitra, dan stakeholders Bank Jago lainnya atas kepercayaan dan kolaborasi selama ini. Pencapaian 2025 terus memotivasi kami untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia,” ujar Arief.
(Rahmat Fiansyah)





