Grid.ID - Sikap diam Sheila Dara usai kepergian Vidi Aldiano menjadi sorotan. Seorang psikolog beberkan alasan di baliknya.
Duka masih menyelimuti keluarga Vidi Aldiano. Kepergiannya pada 7 Maret 2026 telah membuat banyak orang merasa kehilangan.
Tak terkecuali dengan Sheila Dara. Ia memilih diam saat pemakaman sang suami.
Namun sikap diamnya justru memicu beragam komentar publik. Kendati begitu, banyak juga pihak yang menilai sikap Sheila sebagai bentuk kehilangan dan ia sedang merasa sangat terpukul.
Tanggapan Psikolog
Psikolog Sani Budiantini Hermawan pun memberikan pandangannya soal sikap diam Sheila Dara. Menurutnya, hal itu adalah sesuatu yang wajar.
Sebab, tidak mudah bagi seseorang menghadapi grieving process, yaitu di mana saat seseorang sedang dalam proses berduka.
Bahkan ia menyebut jika tiga bulan pertama adalah fase yang paling berat. Di dalam proses berduka seringkali melibatkan tahapan seperti penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan.
"Memang grieving process itu masa yang tidak mudah."
"Tiga bulan itu masa yang paling berat, di mana ketika kita kehilangan pasangan," ujar Sani, dikutip dari Tribun Seleb.
Menurut Sani, dukungan dari keluarga menjadi sesuatu yang penting bagi Sheila. Terlebih saat melewati masa-masa kehilangan yang sangat berat.
"Jadi biasanya kita juga mengunjungi makam, kita ada bersama keluarga terdekat untuk dampingi, karena begitu beratnya atau susahnya proses kedukaan itu berlangsung," bebernya.
Ia menambahkan bahwa proses berduka harus dituntaskan dan setiap orang berhak untuk mengekspresikan dengan caranya sendiri. Pun tidak boleh ada orang yang menyalahkan atas ekspresi dari setiap kedukaan.
"Makanya grieving process itu harus dituntaskan."
"Kedukaan itu adalah hak setiap orang untuk mengekspresikannya dan tidak salah. Dan tidak boleh ada orang yang menyalahkan atas ekspresi dari setiap kedukaan," tambahnya.
Setelah sikap diam Sheila Dara usai kepergian Vidi Aldiano menjadi sorotan, psikolog beberkan alasan di baliknya. Termasuk dengan masa duka setiap orang yang bisa diekspresikan dengan cara yang berbeda-beda. (*)
Artikel Asli




