Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Jokowi, Rismon Sianipar, menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi usai bertemu di kediamannya di Solo, Jawa Tengah.
Rismon datang bersama kuasa hukumnya pada Kamis (12/3). Ia meminta maaf kepada Jokowi sekaligus menindaklanjuti upaya restorative justice yang diajukan ke Polda Metro Jaya.
“Ya tentu ya (minta maaf Jokowi), saya pun minta maaf kepada publik gitu loh. Apalagi kepada pihak terkait seperti Jokowi,” ujar Rismon, Kamis (12/3).
Rismon mengaku merasa tersakiti dengan temuan yang menyatakan ijazah Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi adalah asli.
“Saya juga merasa tersakiti terhadap temuan saya sendiri. Karena saya harus jujur menyatakan bahwa temuan saya itu bakal dicerca, dihina, dan dilabeli sebagai pengkhianat. Tapi penelitian adalah penelitian yang bisa menguji penelitian adalah hasil penelitian,” kata dia.
Ia menyebut, telah menyampaikan hal tersebut kepada penyidik sekitar sepekan lalu. Menurutnya, hasil penelitian yang ia lakukan menunjukkan bahwa ijazah Jokowi memang asli.
“Iya, jawaban itu kan jawaban yang seharusnya dijawab dengan metodologi. Bukan secara narasi bahwa itu palsu, itu asli. Secara metodologi ya, itu harus dijawab dan itu harus objektif,” tegasnya.
Rismon juga menegaskan tidak menemukan kejanggalan terkait dugaan manipulasi digital yang sebelumnya dibahas dalam buku Jokowi’s White Paper.
“Keaslian ijazah ini terjaga dan itu bahkan melukai saya sebagai peneliti juga. Tetapi Truth sometimes hurts. Kebenaran itu kadang-kadang menyakitkan. Itulah yang saya ungkapkan kepada penyidik maupun kepada Direktur Reskrimum. Bukan karena ketakutan,” pungkasnya.
Sementara Jokowi tidak memberikan tanggapan terkait permintaan maaf tersebut. Usai pertemuan, ia langsung meninggalkan kediamannya.
Jokowi sempat menyapa awak media dengan menanyakan apakah mereka sudah berbuka puasa atau belum.
“Sudah berbuka puasa belum?,” tanya Jokowi sambil masuk ke mobil dan meninggalkan kediaman.





