Korlantas Polri memperpanjang skema one way hingga kilometer 236, dari awalnya diberlakukan dari kilometer 70 hingga kilometer 188.
Irjen Pol Agus Suryonugroho Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri mengatakan perpanjangan dilakukan setelah evaluasi penerapan rekayasa lalu lintas pada musim mudik sebelumnya.
“Tahun kemarin, dari kilometer 70 sampai 188. Kami evaluasi, sekarang langsung dari 70 sampai ke 236. Sehingga nanti akan mempercepat pemelancar kaitannya dengan bangkitan arus yang ada di jalan tol menuju ke arah Jawa termasuk yang ke arah Sumatera. Demikian yang bisa kita siapkan,” Irjen Pol Agus Suryonugroho melalui keterangan tertulis yang didapatkan suarasurabaya.net, Kamis (12/3/2026).
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat distribusi kendaraan dan mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Selain itu Irjen Agus Suryonugroho mengandalkan teknologi digital untuk mengelola arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Teknologi digunakan untuk memantau pergerakan kendaraan secara real-time, sehingga keputusan rekayasa lalu lintas akan berdasarkan data yang akurat.
“Dan tahun 2026, untuk meningkatkan suksesi dari 2025 kemarin, kami sudah menggunakan teknologi digital untuk memantau bagaimana flow daripada traffic counting itu bisa dieksekusi,” ujarnya.
Irjen Agus mengatakan, Korlantas Polri bersinergi dengan stakeholder memantau traffic counting atau jumlah kendaraan yang melintas di sejumlah titik strategis, khususnya di jalan tol.
Diharapkan ke depan kebijakan pengaturan lalu lintas tidak lagi didasarkan pada perkiraan atau prediksi, melainkan pada parameter jumlah kendaraan yang terpantau langsung di lapangan.
“Contoh, ada 3,5 juta kendaraan yang melintas gate tol meninggalkan Pulau Jawa dan Sumatera, itu bukan lagi kita pakai kira-kira atau prediksi, tetapi parameter jumlah kendaraan itu akan memutuskan kami akan melakukan rekayasa lalu lintas,” imbuhnya.
Irjen Agus mencontohkan dalam satu jam jumlah kendaraan yang melintas di titik kilometer 47 mencapai sekitar 5.500 unit, maka petugas akan menerapkan contraflow di satu lajur.
“Contoh, 1 jam berturut-turut di kilometer 47 itu ada radar dari Jasa Marga dan teknologi early warning dari Korlantas, itu sudah 5.500, kami harus melakukan contraflow lajur satu,” ujarnya.
Apabila dalam dua jam berturut-turut jumlah kendaraan meningkat hingga sekitar 6.400 unit, rekayasa lalu lintas akan ditingkatkan dengan membuka contraflow hingga dua lajur. Ketika kepadatan kendaraan terus meningkat saat contraflow satu hingga dua lajur diberlakukan. Korlantas akan mengambil langkah lanjutan dengan membuka skema one way atau satu arah.
“Kalau sudah contraflow lajur satu dan dua dilakukan ternyata masih padat, kita akan buka sumbunya di kilometer 70 akan kita buka, kita akan one way sepenggal karena pertama di wilayah contraflow one way nasional. Jadi kita buka,” lanjutnya.(lea/ham)




