Truk Sampah Antre Mengular Menuju Bantargebang, Ini Penjelasan Pramono

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Beredar video di media sosial yang memperlihatkan puluhan truk sampah mengantre panjang hingga menyebabkan kemacetan di sekitar akses menuju TPST Bantar Gebang pada Kamis (12/3) pagi. Narasi yang beredar menyebutkan kepadatan truk juga menimbulkan bau menyengat di sekitar lokasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan penyebab antrean panjang truk sampah menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Pramono mengatakan antrean terjadi karena adanya perbaikan di area TPST Bantargebang setelah insiden longsor sampah di Zona 4 pada Minggu (8/3).

“Jadi truk-truk di Bantargebang, kenapa antreannya kelihatan panjang, karena sejak kejadian longsor itu memang dilakukan perbaikan dan butuh waktu 3, 4, 5 hari ini,” kata Pramono di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).

Ia berharap proses perbaikan dapat segera rampung sehingga aktivitas pengangkutan sampah kembali normal dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan kalau itu sudah selesai, segera akan kami lakukan,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi beban sampah di Bantargebang melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

“Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, DKI Jakarta akan secara resmi mengusulkan tiga PLTSa. Yang pertama di Bantargebang, yang kedua di Tunjungan, Jakarta Utara, yang ketiga adalah di Sunter,” ungkap Pramono.

Ia menjelaskan fasilitas PLTSa di Bantargebang direncanakan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 3.000 ton sampah per hari.

“Dan kalau itu bisa dilakukan maka masing-masing di Bantargebang kurang lebih 3.000 ton per hari. 2.000 sampah baru, 1.000 adalah sampah lama yang diambil dari Bantargebang,” tutur dia.

Pramono menambahkan, jika proyek PLTSa mulai beroperasi, sebagian besar sampah Jakarta dapat tertangani sehingga volume sampah di Bantargebang berkurang secara bertahap.

“Maka dengan demikian untuk sampah di Jakarta kalau PLTSa ini jalan atau Rorotan jalan. Sudah kurang lebih 6.500 (ton) sampai 7.000 per hari sampah itu akan tertampung,” ujar Pramono.

“Kemudian Bantar Gebang dikurangi setiap harinya 1.000 (ton), saya yakin ini akan juga mengurangi volume yang ada di Bantargebang. Yang itu yang akan kami lakukan,” sambung dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Lithium! Mobil Listrik Natrium-Ion Pertama Akan Diluncurkan pada 2026
• 19 jam lalueranasional.com
thumb
Persaingan Top Scorer Sementara BRI Super League 2025/2026: Mariano Peralta Mencoba Hentikan Dominasi Brasil
• 14 jam lalubola.com
thumb
KPK Tahan Bekas Menag Yaqut Terkait Kasus Kuota Haji
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Polri Amankan Lima Klaster Strategis Selama Operasi Ketupat 2026
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Krisis AS-Iran Mengguncang Energi Dunia, Pemerintah Pertimbangkan WFH bagi ASN
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.