JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memiliki pendekatan yang cukup unik dalam memberdayakan masyarakat.
Layaknya mendiagnosis sebuah penyakit pada tubuh manusia, ia juga memiliki kebiasaan untuk terlebih dahulu membaca gejala yang muncul di tengah masyarakat.
Dari sana, ia mencoba menelusuri akar persoalan sebelum menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Di kedokteran kita diajari diagnosis, diagnosis, diagnosis sampai berkali-kali baru terapi, sampai kita terapi itu betul-betul sesuai dengan penyebabnya, harus dicari dulu,” kata Hasto dalam Gaspol Goes to Campus di FISIP Atma Jaya Yogyakarta yang tayang di YouTube Kompas.com, Kamis (12/3/2026).
“Di masyarakat ini sebaiknya begitu, kadang diputuskan sesuatu (kebijakan) padahal masyarakatnya enggak butuh,” lanjutnya.
Baca juga: Bukan Roti, Wali Kota Yogya Hasto Wardoyo Ungkap Menu Rahasia MBG Agar Anak Cerdas
Berbekal pengalaman puluhan tahun di bidang kedokteran, Hasto juga memiliki kecakapan dalam menilai kondisi kesehatan mental seseorang.
Ia bahkan menyebut, dari setiap 100 orang terdapat sekitar enam hingga sembilan orang yang mengalami gangguan mental atau mental disorder.
Kondisi tersebut, menurutnya, bisa terjadi pada siapa saja tidak terkecuali kepala daerah maupun politisi.
Maka dari itu menurutnya penting masyarakat untuk peka sehingga tidak terjebak memilih pemimpin yang punya kecenderungan toxic.
“Karena pikirannya sering aneh-aneh. Jadi kita cara memilih orang itu melihat track record-nya jangan lupa setiap populasi itu ada toxic people-nya kalau bisa jangan kepleset pilih yang toxic,” kata Hasto.
Baca juga: DLHK DIY Tutup TPA Piyungan, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Target Selesaikan Sampah Organik
Lalu bagaimana keseruan dialog bersama Hasto dan teman-teman Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta? simak lengkapnya dalam Gaspol Goes to Campus yang tayang malam ini pukul 20.00 WIB hanya di YouTube Kompas.com.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang