Soal Siaga 1, TNI AD: Bukan Terkait Situasi Darurat

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa penerapan siaga satu oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bukan sebagai tindak lanjut atas situasi di daerah.

“Kegiatan ini bukan terkait situasi darurat atau respons terhadap kondisi keamanan tertentu,” kata Donny, saat ditemui di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Donny menegaskan bahwa siaga satu merupakan pembinaan kesiapsiagaan internal dan bagian dari prosedur rutin untuk menjaga profesionalisme serta kesiapan prajurit.

Ia menambahkan, TNI tengah mempersiapkan berbagai kegiatan penting dalam waktu dekat, termasuk pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga: Menhan: Siaga 1 Bahasa Prajurit tapi Orang Artikan sebagai Bahasa Politik

“Jadi, yang tadi saya sampaikan, ini adalah suatu kesiapsiagaan internal. Berupa pengecekan kesiapan personel dan materiil agar satuan selalu siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujar dia.

Donny menyebutkan bahwa status siaga satu bagi prajurit TNI saat ini sudah tidak lagi diberlakukan.

Menurut dia, siaga satu merupakan tahapan kesiapsiagaan tertinggi yang menandakan seluruh unsur siap, mulai dari personel, perlengkapan, hingga alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“Jadi, itu suatu tahapan kesiapsiagaan. Bukan mulai dari (siaga tiga), tidak. Siaga satu, berarti kita siap semuanya,” imbuh dia.

Ia mencontohkan, kesiapan tersebut sempat ditunjukkan melalui pengerahan perlengkapan dan alutsista dalam kegiatan di kawasan Monas beberapa waktu lalu.

Baca juga: Panglima TNI Jelaskan Maksud Perintah Siaga 1: Menguji Kesiapsiagaan Personel

“Jadi, eskalasi diturunkan jadi siaga. Demikian untuk kita menghadapi rencana kegiatan Idul Fitri,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Jenderal Agus Subiyanto selaku Panglima TNI mengeluarkan perintah siaga tingkat 1 bagi seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi global, khususnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.

Dalam telegram itu disebutkan bahwa semua satuan TNI harus meningkatkan kesiapsiagaan operasional seiring meningkatnya dinamika konflik internasional dan potensi dampaknya terhadap situasi keamanan di dalam negeri.

Status siaga tingkat 1 tersebut berlaku sejak 1 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Agus mengatakan, siaga 1 dalam militer adalah sebuah istilah biasa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rayakan Ulang Tahun Kota Bekasi, DPRD Kota Bekasi Berbagi Takjil Gratis Untuk Masyarakat
• 9 jam laludisway.id
thumb
Prabowo Panggil Menhut ke Istana Hari Ini, Bahas Satgas Pendanaan Taman Nasional
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Menteri ESDM Bahlil Minta Masyarakat Tidak Beli BBM Berlebihan: Stok Kita Aman
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia dan Jepang Perkuat Kemitraan Strategis untuk Industri Otomotif dan Transisi Energi
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Kasus Kuota Haji 2023–2024, KPK Tahan Mantan Menag Yaqut
• 9 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.