JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Jokowi Mania, Andi Azwan, memastikan tidak ada tekanan di balik sikap Rismon Sianipar yang kini menyatakan ijazah Jokowi otentik atau asli.
Menurut Andi, Jokowi justru kaget dengan sikap Rismon Sianipar yang menyatakan permintaan maaf dan juga mengajukan permohonan restorative justice.
"Tidak ada tekanan untuk itu, saya jelaskan tidak ada tekanan untuk itu. Itu haknya dia (Rismon)," kata Andi dalam dialog di Kompas Petang, Kompas TV, Kamis (12/3/2026).
"Kita juga kaget, Pak Jokowi juga kaget ada permintaan itu. Saya bilang, wah ini adalah berita besar kalau terjadi, karena biar bagaimana pun kami ini sudah memegang ijazahnya Pak Rismon itu sejak 7 bulan lalu."
Baca Juga: Menag Nasaruddin Larang ASN Kemenag Pakai Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran
Lebih lanjut, Andi mengaku baru tahu kabar Rismon Sianipar ingin mengajukan restorative justice dari ajudan Jokowi pada pekan lalu. Kemudian, Andi berdiskusi dengan Jokowi mengenai permintaan Rismon tersebut dengan berbagai pertimbangan aspek politik.
"Banyak aspek yang kita diskusikan itu baik aspek politik dan sebagainya, karena biar gimana pun kita memperkarakan mengenai ijazah yang diduga palsu ya, ijazah S2 dan S3 yang di Yamaguci itu, itu kan juga satu yang perlu kita diskusikan juga,” ucap Andi.
Sebelumnya, tersangka kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi, Rismon Sianipar, meminta maaf kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan keluarga usai mendapatkan temuan terbaru dalam penelitiannya soal ijazah mantan Wali Kota Solo itu.
Dalam temuan terbaru, Rismon mengaku ada kekeliruan dari penelitian yang dituliskan sebelumnya di buku Jokowi’s White Paper.
Baca Juga: Wamen ESDM Pastikan Ketersediaan BBM dan LPG Cukup untuk 30 Hari ke Depan
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- ketum jokowi mania
- andi azwan
- jokowi
- ijazah jokowi
- rismon sianipar





