JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan jika penyakit campak sudah merebak di wilayah penyangga Ibu Kota.
Dari itu, Pramono menilai jika vaksin campak sangat diperlukan di Jakarta sebagai upaya pencegahan.
BACA JUGA:Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Pertamina Pastikan Stok BBM di Banten Aman
BACA JUGA:Aset Konsolidasi BPKH Rp238,99 Triliun pada 2025, Nilai Manfaat Tetap Terjaga
Sekedar informasi, Canpak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular, umumnya menyerang anak-anak.
Namun tidak menutup kemungkinan jika virus Campak menjangkit orang dewasa.
Untuk mencegah penularan virus Campak, Dinkes DKI terus melakukan pemantauan dengan cara mengumpulkan data-data (surveilans) terhadap masyarakat yang mengalami gejala awal.
Gejala campak biasanya diawali demam tinggi, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), dan ruam merah khas di sekujur tubuh.
BACA JUGA:PNM Bersama Jurnalis Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk Panti Penyandang Disabilitas
BACA JUGA:9 Tahun Kuasai Pasar Motor Listrik Global, Yadea Siap Rilis Produk Baru di Indonesia
"Sekitar DKI Jakarta mulai ada campak, iya. Kami tentunya, karena dulu untuk DKI Jakarta vaksin itu sangat diperlukan," kata Pramono di Blok M, Jakarta Selatan pada Kamis, 12 Maret 2026.
Pramono menegaskan, hingga sekarang ini belum ditemukan kasus campak di Jakarta.
"Mudah-mudahan tidak masuk ke Jakarta," ujarnya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar tidak memegang dan mencium Balita saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, penularan campak berpotensi besar dapat terjadi selama periode libur lebaran.
- 1
- 2
- »





