Thailand-Filipina Terapkan WFH Demi Hemat BBM, Bahlil Ungkap Langkah RI!

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah negara di Asia Tenggara menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk menekan konsumsi BBM seiring dengan lonjakan harga minyak global. Bagaimana dengan Indonesia?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan di Indonesia pemerintah sedang menyiapkan berbagai langkah.

"Semua alternatif-alternatif yang akan kita pakai untuk kebaikan negara kita, sekaligus untuk mendorong efisiensi pemakaian bahan bakar," kata Bahlil usai menggelar rapat dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (12/3/2026). 

Meski begitu, Bahlil menjelaskan belum ada keputusan yang pasti. Sebab semua alternatif yang dijalankan masih dalam kondisi yang tidak stabil. 

"Harus kita mencari berbagai alternatif-alternatif," katanya.

Di antara alternatif yang disiapkan adalah konversi pasokan minyak yang tadinya berasal dari Timur Tengah beralih ke sejumlah negara lain.

Baca Juga

  • Harga Minyak Fluktuatif, Bahlil Sebut Belum Hitung Penambahan Anggaran BBM
  • Konsumsi BBM Diproyeksi Naik 12% saat Lebaran 2026, Posko ESDM Mulai Siaga
  • Konsumsi BBM di Jatim Bali Nusra Diproyeksikan Meningkat 11,9 Persen saat Mudik Lebaran 2026

"Kita akan mengonversi dari BBM kita, crude ya, minyak mentah dari Middle East, ke Amerika dan beberapa negara lain, seperti Nigeria, kemudian Brazil, Australia, dan beberapa negara lain," tutur Bahlil.

Pemerintah juga tengah menggenjot langkah transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan. Dalam upaya percepatan, Prabowo, misalnya, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi yang dipimpin oleh Bahlil selaku Menteri ESDM pada pekan lalu. 

Satgas ditujukan untuk merumuskan langkah-langkah teknis dan memastikan implementasi program energi bersih berjalan sesuai target pemerintah. Prabowo pun menargetkan implementasi sejumlah program energi bersih dapat berjalan maksimal dalam waktu 3-4 tahun.

Di sisi lain, kondisi geopolitik yang memanas berdampak pada pasokan minyak dunia. Perang di Timur Tengah antara Iran dengan AS-Israel telah membuat Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak global ditutup. Seiring dengan penutupan Selat Hormuz akibat perang, harga minyak kemudian melonjak.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (12/3/2026), harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Mei melonjak 9,3% menjadi US$100,54 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak April naik 8,7% ke level US$94,85 per barel.

Sejumlah negara di Asia Tenggara pun menjalankan respons atas kondisi tersebut. Pemerintah Thailand, misalnya, mewajibkan sebagian besar instansi pemerintah untuk menerapkan sistem kerja WFH sebagai bagian dari langkah-langkah darurat untuk menekan permintaan energi, salah satunya adalah bahan bakar. 

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (10/3/2026), Sekretaris Jenderal Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional Thailand, Danucha Pichayanan, menjelaskan bahwa langkah itu bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi di tengah meningkatnya risiko pasokan. 

Kabinet juga mendesak para pejabat pemerintah untuk menangguhkan perjalanan luar negeri yang tidak penting selama periode tersebut, hanya mengizinkan pertemuan internasional yang penting saja.

Filipina, yang mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyaknya, juga telah memulai sistem kerja empat hari seminggu untuk kantor-kantor pemerintah sebagai upaya untuk menghemat energi karena ketegangan di Timur Tengah mendorong harga bahan bakar lebih tinggi.

Di Vietnam, Kementerian Perdagangannya telah meminta perusahaan-perusahaan lokal menerapkan kebijakan WFH bagi karyawannya untuk menghemat energi. Vietnam menjadi negara yang paling terdampak oleh gangguan pasokan minyak sebagai dampak konflik Timur Tengah seiring dengan impor yang besar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dubes RI di Washington Dukung Penuh Indonesian-American Games 2026 Gagasan Diaspora Muda
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
H-9 Lebaran, Satgas PRR Rampungkan 81 Persen Target Pembangunan Huntara
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Penjambret HP di Jaksel Tertangkap Warga Gegara Jatuh dari Motor
• 13 jam laludetik.com
thumb
Indonesia dan Jepang Semakin Memperkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi
• 21 jam laludisway.id
thumb
Guru yang Tidak Bisa Membaca
• 19 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.