- Serangan drone Iran dilaporkan melukai empat orang di Bandara Dubai, meski otoritas setempat menyatakan insiden tidak serius.
- Kementerian Pertahanan UEA mengklaim berhasil mencegat sebagian besar rudal dan drone, tetapi ada laporan kontradiktif dari pihak lain.
- Pemerintah UEA dilaporkan melarang warga memposting video serangan dan mengancam hukuman berat bagi kritik reputasi negara.
Suara.com - Serangan drone milik Iran yang menghantam Dubai, UEDA memicu kepanikan di kota yang selama ini dikenal sebagai surga bebas pajak.
Mantan direktur klub Leeds United, David Haigh mengungkap realitas kelam di balik citra mewah UEA, termasuk ancaman hukum berat bagi siapapun yang berani membocorkan situasi Dubai ke dunia luar.
Dilansir dari Dailymail, tiga ledakan besar mengguncang Dubai pada pukul 11.26 waktu setempat.
“Seorang teman di UEA mengirim tiga pesan panik. Bahkan berbicara dengan saya saja sekarang bisa berbahaya bagi mereka," ujar Haigh.
Menurutnya, dua drone Iran sempat menembus pertahanan udara dan melukai empat orang di bandara Dubai.
Meski begitu, otoritas tetap menyatakan tidak ada insiden serius, sementara penerbangan masih berjalan dengan layanan terbatas.
“Gambar presiden dan putra mahkota berjalan santai di pusat perbelanjaan itu propaganda yang disusun rapi. Kenyataannya orang-orang berusaha kabur dari kota,” ujarnya.
Mantan analis intelijen Angkatan Darat AS, Brett Velicovich, menyebut Amerika saat ini berada dalam kondisi sangat rentan terhadap ancaman serangan drone jarak jauh dari Iran [Istimewa]Sebelumnya, Kementerian Pertahanan UEA mengklaim bahwa serangan drone Iran berhasil mereka cegat.
Pihak kementerian menyebut sistem pertahanan udara UEA pada hari yang sama berhasil mencegat dan menghancurkan 16 rudal Iran.
Baca Juga: Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain
Sementara satu rudal lainnya dilaporkan jatuh ke laut.
Selain itu, pihak militer juga mendeteksi total 117 drone yang memasuki wilayah udara negara tersebut.
Dari jumlah itu, 113 drone berhasil dicegat dan dihancurkan, sementara empat lainnya jatuh di dalam wilayah UEA.
Namun menurut Haigh menyebut fakta lain yang membantah pernyataan pihak Kementerian Pertahanan.
Ia mengatakan banyak hotel tinggi di Dubai diperintahkan menutup kamar di atas lantai sepuluh karena risiko serangan.
Restoran di Dubai Marina dan Jumeirah Beach juga dilaporkan sepi, sementara perusahaan besar mengevakuasi karyawan setelah ancaman dari Iran.




