jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Perbasi Nirmala Dewi menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap atlet panjat tebing dan atlet kickboxing yang menjadi korban kasus kekerasan seksual dan fisik yang saat ini sedang ditangani pihak kepolisian.
Sejalan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Nirwala Dewi menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelaku jika perbuatannya terbukti benar, apalagi kasus ini terjadi terhadap atlet yang sedang menjalani pelatnas dan sedang berjuang untuk nama negara di kancah internasional.
BACA JUGA: Menpora Erick Thohir Kecam Keras Pelaku Kekerasan Seksual pada Atlet Kickboxing di Jatim
“Atlet adalah pejuang bangsa yang mengibarkan Merah Putih melalui olahraga. Sudah seharusnya mendapatkan pelindungan dari segala potensi yang bisa mengganggu konsentrasi mereka,” tegas Nirmala Dewi dalam keterangannya, Kamis (12/3).
Nirmala mengecam keras tindakan terduga pelaku kekerasan seksual di dua cabang ini yang seharusnya berperan sebagai pengayom, pelindung dan pembina para atlet.
BACA JUGA: Polda Tetapkan Ketua KBI Jatim Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Atlet
Dia pun mengungkapkan DPP Perbasi sejalan dengan keinginan Menpora Erick yang mendorong hukuman setimpal bagi terduga pelaku jika terbukti bersalah, dan larangan berkecimpung kembali di dunia olahraga.
“Kami mengecam terhadap terduga pelaku dan mendorong hukuman yang setimpal untuk pelaku jika terbukti bersalah,” tegasnya lagi.
BACA JUGA: Komnas Perempuan & Kemenpora Berkolaborasi, Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Olahraga
Nirwala Dewi juga mengapresiasi respons cepat Menpora Erick, Polri dan semua pihak untuk mengungkap dan menyelesaikan kasus ini.
“Saya apresiasi atas respons semua elemen baik Kemenpora, Polri maupun Komisi X DPR yang memberikan perhatian serius atas kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik ini," ucap Nirmala Dewi.
Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di cabang olahraga panjat tebing dan kickboxing ini membuat DPP Perbasi lebih waspada dan menegakkan aturan dalam pelatnas, sehingga interaksi antara atlet dan seluruh pihak yang menjadi pendukung berjalan sesuai kebutuhan tanpa ada penyimpangan demi terjaminnya keamanan dan keselamatan para atlet.
"Kami ingin melindungi dan menjamin kemanan serta kenyamanan para atlet yang berjuang termasuk memastikan tidak ada kekerasan dalam bentuk apapun terjadi di cabang basket,” ujar Nirmala Dewi. (mrk/jpnn)
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi




