Pantau - Pemerintah Indonesia berencana membangun area fasilitas latihan militer bertaraf internasional di Morotai, Maluku Utara, guna menyediakan tempat latihan tempur bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dapat digunakan pada tingkat nasional maupun internasional.
Morotai Dipilih karena Nilai StrategisMenteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa Morotai memiliki nilai strategis karena wilayah tersebut pernah digunakan sebagai basis militer pada masa Perang Dunia Kedua.
Ia menjelaskan bahwa infrastruktur pertahanan dari masa tersebut masih tersedia dan akan diperbaiki serta dimanfaatkan kembali untuk mendukung pembangunan fasilitas latihan militer.
"Saya kira teman-teman sudah tahu bahwa Morotai ini dulu digunakan di dalam perang dunia kedua sehingga dia punya infrastruktur pertahanan masih ada, dan kita akan sama-sama memperbaiki dan kita sama-sama gunakan," ungkapnya.
Dirancang untuk Latihan Udara, Laut, dan DaratSjafrie menjelaskan bahwa fasilitas latihan tempur di Morotai nantinya tidak hanya digunakan oleh TNI, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana diplomasi pertahanan dengan negara lain.
Dengan standar internasional, Indonesia dapat mengundang militer dari berbagai negara untuk melakukan latihan bersama di wilayah tersebut.
"Kita membuat International Training Facilities di Morotai. Di sana bisa latihan udara, bisa latihan laut, bisa latihan darat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung berbagai jenis latihan militer yang mencakup operasi udara, laut, dan darat.
Pemerintah juga membuka kemungkinan bagi negara mitra Indonesia dari berbagai kawasan dunia untuk menggunakan fasilitas tersebut.
Menurut Sjafrie, Indonesia tidak ingin menjadi negara yang menutup diri dalam hubungan internasional.
"Kita tidak ingin negara kita itu menutup diri, kita ingin negara kita itu open minded dengan negara-negara lain," katanya.
Hingga saat ini, pemerintah belum menjelaskan secara rinci waktu dimulainya pembangunan fasilitas latihan militer bertaraf internasional di Morotai tersebut.
Pemerintah juga belum mengungkapkan sejauh mana progres rencana pembangunan area latihan tempur tersebut.




