Isu Panas di F1 China: Ferrari Coba Inovasi Sayap Baru, Berebut Juara Sprint Perdana

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Ajang jet darat Formula 1 (F1) memasuki seri kedua di Shanghai International Circuit, China, akhir pekan nanti, 13–15 Maret 2025.

Beberapa isu panas pun mulai mengemuka pada F1 GP China, antara lain inovasi baru yang dibawa beberapa pabrikan, hingga berebut juara sesi sprint perdana alias balapan cepat di hari Sabtu.

Sebagai informasi, GP China akan menjadi seri perdana dengan sesi sprint untuk musim 2026, sehingga format akhir pekan ini akan sedikit berbeda. 

Hari Jumat, 13 Maret 2026 akan langsung diisi Sesi Latihan Bebas 1 dan Kualifikasi Sprint. Lantas, sesi Sabtu, 14 Maret 2026 akan lebih ramai, karena akan ada balap Sprint dengan 19 lap, dilanjutkan sesi Kualifikasi untuk balapan utama.

Adapun, balapan utama pada Minggu, 15 Maret 2026 akan berlangsung 56 lap, disiarkan pada pukul 14.00 WIB.

Berikut beberapa isu panas yang mengemuka jelang F1 GP China 2026:

Baca Juga

  • Ferrari Rambah Mobil Bekas
  • Strategi Ferrari Perkuat Posisi di Pasar Mobil Mewah Indonesia
  • Ferrari Ekspansi Bisnis Mobil Bekas Bersertifikasi di Indonesia

Kebingungan Tim Pelanggan Mercedes

Sekadar pengingat, beberapa tim konstruktor F1 tidak membuat mesin sendiri, sehingga merupakan pelanggan dari tim pemasok mesin. 

Alhasil, bagi para pelanggan mesin Mercedes, yaitu McLaren, Williams, dan Alpine, dominasi tim Mercedes-AMG Petronas Formula One Team di seri perdana GP Australia jelas membuat ketiganya pusing.

Duo George Russell dan Andrea Kimi Antonelli bukan hanya berhasil finis 1–2 di balapan utama, tapi juga bisa mencetak selisih waktu lap hingga 0,8 detik dari tim lain. Mencerminkan dominasi yang cukup kuat di ajang balap.

Tim pelanggan Mercedes mengonfirmasi bahwa masih ada fitur-fitur mesin yang 'disembunyikan' dari manajemen Silver Arrows, Toto Wolff cs. Alhasil, manajemen dan para teknisi McLaren, Williams, dan Alpine harus coba menemukan dan mengungkap sendiri rahasia tersebut. 

Sebagai contoh, Bos McLaren Andrea Stella menyebut pihaknya sebagai tim pelanggan masih harus bekerja keras menemukan sendiri 'rahasia tersembunyi' kekuatan mesin Mercedes. 

Sebagai contoh, soal optimalisasi pengisian baterai dan penyaluran energi listrik, tim Mercedes sudah punya perangkat lunak tersendiri untuk memaksimalkan tenaga mobil hibridanya.

"Harus saya akui, karena kami adalah tim pelanggan, ini adalah pertama kalinya kami merasa berada di posisi yang kurang menguntungkan. Bahkan, dalam hal kemampuan untuk memprediksi bagaimana karakter mobil, dan kemampuan untuk mengantisipasi soal cara meningkatkan mobil tersebut," jelasnya.

Pembalap andalan McLaren sekaligus juara dunia 2025, Lando Norris menambahkan bahwa sudah barang wajar tim pemasok mesin tidak menjelaskan semua fitur demi mengambil posisi start lebih awal.

Terlebih, musim ini merupakan awal diterapkan regulasi mesin baru, berbeda jauh dengan musim lalu, di mana McLaren bisa menjadi juara dunia karena sudah memegang mesin Mercedes yang sama selama beberapa tahun sebelumnya.

"Intinya, di awal musim, ada banyak hal yang perlu dicoba, dipahami, dan diupayakan, dan hal itu tidak dijelaskan, beberapa hal memang tidak perlu dijelaskan, karena Anda selalu berusaha menciptakan keuntungan sendiri," ungkapnya. 

Ferrari Mulai Pakai Inovasi Sayap Putar

Tim Scuderia Ferrari HP telah mengkonfirmasi niat mereka untuk menggunakan inovasi sayap belakang radikal yang bisa berputar alias sayap 'flip-flop' sejak sempat dipamerkan pertama kalinya pada uji coba pramusim di Bahrain.

Sekadar info, fitur mencolok berupa sayap belakang yang berputar 180 derajat itu sempat menarik perhatian khalayak, sebab dianggap inovasi cerdik untuk diterapkan pada sirkuit dengan karakter trek lurus panjang dan top speed tinggi.

Inovasi ini semakin menarik karena Ferrari sedang bertekad memperkecil jarak dengan Mercedes, setelah kekalahan mereka pada balapan pembuka di Albert Park, Australia.

Duo Charles Leclerc dan Lewis Hamilton hanya mampu meraih posisi ke-3 dan ke-4 walaupun sempat terlibat saling menyalip salip dengan para pembalap Mercedes.

Ferrari juga dianggap salah strategi, karena tidak melakukan pit stop pergantian ban saat ada kesempatan virtual safety car.

Leclerc menjelaskan saat sesi kualifikasi Mercedes memang terlampau kuat, dengan gap sekitar 0,8 detik. Namun, Ferrari optimistis bisa coba mengungguli duet Russell dan Antonelli saat sesi balapan utama.

"Dalam kondisi balapan, kami lebih dekat, jadi saya harap mulai akhir pekan ini kami dapat memberi mereka sedikit tekanan lebih," ungkapnya.

Kebangkitan Oscar Piastri 

Pembalap asal Australia dari McLaren Mastercard, Oscar Piastri kurang beruntung pada seri perdana di sirkuit kandangnya karena mengalami kecelakaan sebelum balapan.

Kala itu, Piastri tergelincir ke dinding saat lap percobaan. Lantas, kerusakan mobilnya dianggap terlalu signifikan untuk melanjutkan balapan, membuatnya terpaksa menyaksikan balapan dari pinggir lapangan. 

Sementara itu, rekan setimnya, Lando Norris mengamankan posisi ke-5, menjadi 'best of the rest' dari dominasi Mercedes dan Ferrari, sehingga membuka kesempatan bahwa tim dapat bangkit kembali di GP China.

"Saya rasa kami telah mengidentifikasi cukup banyak area di mana kami bisa meningkatkan kinerja, walaupun sebagian tim lain juga akan memiliki kesempatan tersebut. Saya pikir gambaran keseluruhannya akan serupa, tetapi mudah-mudahan kita bisa sedikit lebih mendekat," ungkap Piastri.

Kebangkitan Piastri bukan harapan kosong, sebab dia merupakan pemegang pole dan juara GP China musim 2025. Piastri juga punya karakter agresivitas tinggi untuk merajai sesi sprint.

Siapa Jawara Sprint Perdana?

Saat sebagaian besar tim masih memahami cara memaksimalkan paket baru mobil masing-masing, mereka akan menghadapi tantangan besar dari format sesi sprint.

Pasalnya, kalau balapan biasa tersedia waktu latihan tiga jam untuk mengoptimalkan mobil, balapan dengan sesi sprint hanya ada waktu satu jam pada hari Jumat untuk melakukan persiapan.

Prestasi pun penting, karena pemenang sprint akan mendapatkan 8 poin, lantas berturut-turut dikurangi satu sampai posisi ke-8 mendapat 1 poin. 

Kalau tidak percaya, tahun lalu klasemen akhir sang juara bertahan Lando Norris dengan 423 poin hanya selisih dua poin saja dari Max Verstappen. Alhasil, keberhasilan memenangkan sesi sprint pun begitu besar manfaatnya buat perebutan gelar juara dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jimat Lionel Messi, Juventus Tambahkan Emiliano Martinez ke Daftar Kiper Buruan Mereka
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Erdogan Serukan Persatuan Islam di Tengah Perang Iran Baik Syiah dan Sunni
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: ASIsrael Akan Bayar Darah Para Syuhada
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Daftar Aghanim’s Shard Terkuat di Dota 2 yang Wajib Dibeli di Patch Terbaru
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Maaf! BBM Baru RI Tak Bisa Langsung Gaspol, Produsen Ungkap Alasannya
• 31 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.