BANDUNG, KOMPAS- Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas I Jawa Barat mulai melaksanakan pemeriksaan sekitar 10.000 bus yang digunakan untuk perjalanan mudik. Sementara Polda Jabar menyediakan layanan informasi mudik hingga lokasi penitipan kendaraan.
Pemeriksaan bus sudah terlaksana sejak Rabu kemarin hingga Kamis ini. Target pemeriksaan mencapai 10.000 bus di wilayah Jabar dan bus yang melayani mudik gratis.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek teknis kendaraan, mulai dari kondisi sistem pengereman, lampu penerangan, ban, sistem kemudi, perlengkapan keselamatan, hingga kelengkapan administrasi kendaraan dan pengemudi.
"Kegiatan ini untuk memastikan seluruh kendaraan angkutan penumpang yang beroperasi selama masa mudik dalam kondisi laik jalan," kata Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Barat, Ferdy Trisanto Kurniawan, Kamis (12/3/2026).
Ia menuturkan, kegiatan ini secara khusus ditujukan kepada bus yang nantinya akan digunakan sebagai moda angkutan mudik gratis dari Provinsi Jawa Barat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan khusus untuk bus yang melayani mudik gratis, seluruh kendaraan dinyatakan diizinkan untuk beroperasi. Sebab, tidak ditemukan pelanggaran administrasi dan kondisinya laik jalan.
"Dipastikan bus untuk mudik gratis laik jalan. Akan tetapi pemeriksaan bus tetap berjalan dengan target 10.000 unit di tempat perusahaan maupun terminal, " tutur Ferdy.
Sementara itu, Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Rudi Setiawan mengatakan, pihaknya menyiapkan layanan Hotline Mudik Polda Jabar' dengan nomor telepon 110. Dengan layanan ini, masyarakat mendapatkan segala informasi seputar mudik dan lokasi penitipan kendaraan di markas-markas kepolisian.
"Kami membuka layanan pengamanan sepeda motor dan mobil di Polda Jabar. Syaratnya, tapi dengan syarat menunjukkan bukti kepemilikan," kata Rudi.
Ia menjelaskan, Polda Jabar membuka 332 pos pengamanan. Pos-pos tersebut akan ditempatkan di jalur tol, jalur arteri, pusat transportasi, tempat ibadah, serta objek wisata yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas selama libur Lebaran.
Selain itu, Polda Jabar juga menyiapkan berbagai strategi pengamanan, termasuk rekayasa lalu lintas seperti satu arah, lawan arah serta pengaturan tempat istirahat untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur utama mudik.
"Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 Maret 2026 dan 17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026 dan 28 Maret 2026," tambahnya.





