Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan energi untuk momentum Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 1447 H aman. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyebut seluruh pasokan baik bahan bakar minyak (BBM), liquifies petroleum gas (LPG) atau elpiji, hingga minyak mentah (crude) tersedia dengan baik.
“Semuanya tersedia jadi masyarakat tidak perlu panik. Kami juga berinovasi dengan memanfaatkan BBM secara optimal sesuai kebutuhan,” kata Laode dalam kunjungan ke Kilang Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (12/3).
Kilang atau Refinery Unit (RU) VI Balongan memiliki kapasitas pengolahan kilang sebesar 150 ribu barel stream per day (MBSD). Kilang Balongan juga memiliki Nelson Complexity Index (NCI) 11,9, atau sebagai unit pengolahan minyak mentah dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia.
Sebagian besar atau 82% produk Kilang Balongan didistribusikan ke wilayah Jakarta dan Jawa Barat untuk Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Cikampek, dan Integrated Terminal Jakarta (Plumpang). Adapun distribusi ke wilayah lainnya sebanyak 12% dan ekspor decant oil ke Singapura sebesar 6%.
“Kami lebih memikirkan untuk waktu selanjutnya, kami harus menyiapkan agar kebutuhan bisa terpenuhi. Kalau momentum Rafi sudah teratasi,” ujarnya.
Laode mengatakan, Kilang Balongan memiliki kapasitas cadangan atau ketahanan minyak sebanyak 15 hari.
Berdasarkan data historis dan proyeksi selama 9 Maret hingga 1 April 2026, di wilayah Jawa Bagian Barat, bahan bakar jenis bensin (gasoline) akan mengalami kenaikan permintaan sebesar 9,6% akibat mobilitas kendaraan pribadi yang bertambah saat mudik. Hal ini juga terjadi pada permintaan avtur yang naik tipis sebesar 0,5%.
Permintaan elpiji juga meningkat 2,86% dikarenakan aktivitas rumah tangga selama bulan Ramadan. Permintaan BBM industri mengalami kenaikan 7,9%. Sementara permintaan solar mengalami penurunan 27,3% karena pembatasan operasional kendaraan logistik selama periode arus mudik dan arus balik.
Tidak hanya kilang, Pertamina juga menyediakan sejumlah infrastruktur untuk menunjang mobilitas masyarakat yang mudik ke kampung halaman. Di Regional Jawa Bagian Barat (RJBB), terdapat 1.620 SPBU, 439 Pertashop, 2.331 agen elpiji, 206 SPBE, dan 2 agen minyak tanah.
“Pertamina juga menyediakan layanan tambahan seperti motoris, posko-posko dengan beragam fasilitas,” ucapnya.
Dalam periode Rafi tahun ini, Pertamina juga mengoperasikan 427 SPBU 24 jam, 2.180 agen LPG Siaga, 18 titik layanan BBM & Kiosk Pertamina Siaga, dan 52 titik Motorist/ Pertamina Delivery Service (PDS) BBM. Perusahaan migas nasional itu juga menyiagakan 563 agen PDS Bright Gas, 62 mobil tangki standby di SPBU, serta 11 Serambi MyPertamina, yang menyediakan tempat istirahat, mini klinik, area bermain anak, dan layanan kendaraan.



