JEMBER (Realita) - Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa tradisi mudik saat perayaan Idul Fitri bukan hanya sekadar kegiatan pulang kampung, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap pemerataan ekonomi di daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru untuk pengamanan arus mudik Lebaran di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Kamis, (12/03/2026).
Baca juga: Jelang Lebaran, Guru Ngaji di Jember Terima Insentif Rp1,5 Juta dari Pemkab
Menurut Fawait, mudik merupakan kearifan lokal yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tradisi pulang kampung setiap Lebaran memerlukan pengamanan yang maksimal agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.
“Kearifan lokal di Indonesia dengan adanya Hari Raya Idul Fitri selalu diikuti dengan budaya mudik atau pulang ke kampung halaman. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang berjuta-juta, tentu ketika melaksanakan budaya mudik memerlukan pengamanan yang ekstra,” ujarnya.
Fawait mengaku bangga melihat kekompakan berbagai unsur dalam mengamankan arus mudik, mulai dari TNI, Polri hingga seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Jember. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan pengamanan perayaan Lebaran.
“Saya bangga hari ini melihat langsung bagaimana kekompakan semua elemen Republik Indonesia, baik dari TNI, Polri, maupun seluruh unsur yang ada di Kabupaten Jember untuk mensukseskan Idul Fitri dan budaya mudik yang menjadi warisan leluhur bangsa Indonesia,” kata dia.
Lebih lanjut, Fawait menilai mudik memiliki makna sosial dan ekonomi yang sangat penting. Setiap tahun, para perantau yang bekerja di kota-kota besar kembali ke kampung halaman dengan membawa hasil kerja mereka selama setahun.
“Mudik ini bukan hanya sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga sebuah anugerah bagi Indonesia untuk melakukan pemerataan ekonomi. Mereka yang bekerja di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi akan kembali ke kampung halaman dengan apa yang sudah diraih selama satu tahun dan itu bisa membantu ekonomi daerah,” jelasnya.
Baca juga: Bupati Jember Fawait Siapkan Beasiswa Khusus Anak Kader Posyandu
Ia menambahkan bahwa perputaran ekonomi di daerah selama momentum mudik menjadi salah satu bentuk distribusi kesejahteraan yang terjadi secara alami di masyarakat.
“Inilah ikhtiar dari semua orang untuk melakukan pemerataan ekonomi. Yang bekerja lama di Jakarta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi akan kembali ke kampung halaman dengan apa yang sudah diraih selama satu tahun, dan itu membantu perekonomian daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fawait juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat keamanan dan unsur terkait yang terlibat dalam pengamanan mudik Lebaran. Ia menilai tugas tersebut merupakan bentuk pengabdian sekaligus ibadah bagi para petugas yang menjalankannya.
“Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang hari ini melaksanakan apel gelar pasukan atas komitmen untuk mensukseskan perayaan keagamaan maupun budaya yang dipilih oleh rakyat Indonesia,” ungkapnya.
Baca juga: Jelang Lebaran, Pemkab Jember Kebut Penutupan Jalan Berlubang
Ia juga mengingatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama momentum Lebaran.
“Ibadah bukan hanya di masjid atau musala. Melaksanakan tugas di jalan, di kantor, dan menjaga masyarakat agar aman juga merupakan amal ibadah tersendiri,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Fawait mengajak seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan mudik untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi kelancaran arus mudik dan perayaan Idul Fitri di Kabupaten Jember.
“Mari kita niatkan bersama untuk mensukseskan perayaan keagamaan dan budaya mudik yang dimiliki bangsa Indonesia. Insya Allah ini akan menjadi amal jariyah dan pengabdian bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (R-Dy).
Editor : Redaksi





