jpnn.com, JAKARTA - Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan bahwa Operasi Ketupat 2026 tidak hanya fokus pada urusan lalu lintas semata.
Lebih dari itu, Polri berkomitmen memastikan seluruh rangkaian bulan suci Ramadan hingga perayaan hari besar agama lainnya, termasuk Nyepi di Bali, berjalan kondusif.
BACA JUGA: Polisi Bongkar Puluhan Ribu STNK & BPKB Palsu, Korlantas Ingatkan Bahaya Kendaraan Bodong
"Operasi ini bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi bagaimana Polri dan negara hadir memastikan momen sosial dan spiritual ini aman."
"Kami ingin memastikan masyarakat berangkat aman, sampai tujuan bahagia, dan kembali dengan selamat," kata Kakorlantas di Jakarta, Kamis (12/3).
BACA JUGA: Korlantas Gelar Polantas Menyapa di Bali, Pastikan Lebaran dan Nyepi Aman
Dalam pelaksanaannya, Polri telah memetakan lima klaster utama yang menjadi fokus pengamanan.
Kelima klaster tersebut meliputi jalan tol, jalan arteri, tempat penyeberangan atau pelabuhan (termasuk terminal, bandara, dan stasiun), tempat ibadah, hingga destinasi wisata yang diprediksi akan diserbu pengunjung.
BACA JUGA: Kakorlantas Hadiri Rapat Bersama Pakar & Stakeholder Matangkan Kesiapan Operasi Ketupat
Dia menyebutkan dalam Operasi Ketupat tahun ini, pihaknya akan menggunakan infrastruktur teknologi mutakhir untuk memantau pergerakan pemudik.
Irjen Agus Suryonugroho membeberkan bahwa jajarannya akan menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), drone untuk memantau arus dari udara, hingga penggunaan bodycam yang menempel pada personel di lapangan.
Terkait rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow, Kakorlantas menegaskan keputusannya tidak diambil berdasarkan prediksi semata, melainkan parameter riil jumlah kendaraan (traffic counting).
"Contoh, jika kendaraan di KM 47 mencapai 5.500 per jam, maka contraflow satu lajur akan dieksekusi. Jika meningkat hingga 6.400 kendaraan, maka lajur kedua akan dibuka," lanjutnya.
"Kami juga menyiapkan skema one way sepenggal. Jika terjadi kepadatan di gerbang tol KM 70, kami akan terbangkan drone untuk memantau."
"Jika antrean panjang, one way akan dilakukan dari KM 70 hingga KM 236 arah Pejagan, Jawa Tengah, agar bottleneck di KM 47-70 bisa mengalir cepat," kata Irjen Agus.
Selain di jalan tol, rekayasa lalu lintas juga disiapkan di titik krusial lainnya seperti jalur Gadog-Puncak, Cibadak, hingga wilayah Jawa Timur seperti Malang Raya dan Simpang Mengkreng.
Dia menyebutkan timnya sudah melakukan tactical floor game (TFG) dan survei lapangan untuk mengantisipasi titik pertemuan arus dan perlintasan kereta api.
Selain itu, guna mengoptimalkan pelayanan, Kapolri juga memberikan bantuan berupa 50 unit kendaraan sepeda motor untuk tiga Polda yang sempat terdampak bencana.
Kendaraan diharapkan mempermudah mobilitas petugas dalam menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses demi memastikan pelayanan maksimal selama Operasi Ketupat berlangsung.
"Seluruh pos pengamanan, pos pelayanan, hingga pos terpadu sudah operasional mulai malam ini. Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat agar Operasi Ketupat tahun ini bisa berjalan lebih baik dan lancar," pungkas Irjen Agus.(mcr8/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
BACA ARTIKEL LAINNYA... Operasi Ketupat 2026, Polri dan Media Bersinergi Kawal Arus Mudik
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra




