Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah belum berencana menerapkan work from home (WFH) sebagai langkah penghematan bahan bakar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut Bahlil, pemerintah saat ini masih mengkaji berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
"Di kita, lagi sedang kita melakukan exercise,semua alternatif-alternatif yang akan kita pakai untuk kebaikan negara kita, sekaligus untuk mendorong efisiensi pemakaian bahan bakar," kata Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menegaskan hingga kini belum ada keputusan final terkait kebijakan efisiensi energi tersebut karena pemerintah masih mempertimbangkan berbagai opsi di tengah kondisi global yang tidak stabil.
"Tapi belum ada keputusan yang pasti, karena semua alternatif dalam kondisi yang tidak stabil begini, harus kita mencari berbagai alternatif-alternatif," ucapnya.
Sebagai informasi, sejumlah negara telah mengambil langkah antisipatif terhadap dampak konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga energi global.
Vietnam misalnya, menerapkan sejumlah kebijakan mitigasi untuk menghadapi dampak kenaikan harga energi. Harga minyak mentah bahkan sempat menembus level tertinggi di atas 100 dolar AS per barel pada Senin, 9 Maret 2026.
Sementara itu, pemerintah Filipina berencana mengurangi hari kerja kantor menjadi empat hari. Seluruh lembaga pemerintahan juga diminta melakukan efisiensi dengan menekan penggunaan listrik serta biaya bahan bakar sebesar 10 hingga 20 persen.
Editor: Redaksi TVRINews





