Iran dan Hizbullah Luncurkan Serangan Gabungan ke 50 Fasilitas Militer Israel

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Serangan terhadap Israel meningkat setelah Iran dan kelompok bersenjata di Lebanon melancarkan operasi militer terkoordinasi dengan menargetkan lebih dari 50 fasilitas militer. Iran bersama kelompok Hezbollah di Lebanon menyerang instalasi militer Israel menggunakan kombinasi rudal dan drone.

The Guardian pada Kamis (12/3), melaporkan serangan tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik regional yang melibatkan Iran dan sekutunya di Lebanon. Serangan dilaporkan menargetkan berbagai lokasi di Israel, termasuk wilayah perkotaan dan fasilitas militer. Serangan gabungan ini terjadi setelah meningkatnya kegiatan operasi militer Israel di Lebanon.

Hizbullah melepaskan rentetan roket dan serangan drone berturut-turut ke Israel pada Rabu (11/3) malam. Serangan itu menyebabkan dua orang terluka, sementara sebagian besar proyektil berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel atau jatuh di area terbuka. Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengatakan mereka telah melakukan beberapa serangan bersama Hizbullah.

Operasi gabungan Hizbullah dan IRGC disebut menargetkan lebih dari 50 lokasi di wilayah Israel, termasuk sejumlah pangkalan militer yang berada di kota Haifa, Tel Aviv, dan Beersheba.

Serangan Hizbullah kali ini disebut sebagai yang paling intens sejak kelompok yang didukung Iran tersebut pertama kali meluncurkan roket ke Israel sekitar 10 hari sebelumnya. Aksi itu kemudian memicu balasan dari militer Israel.

Roket yang ditembakkan Hizbullah dilaporkan diluncurkan secara bersamaan dengan rudal Iran. Koordinasi serangan tersebut menjadi yang pertama kali dilakukan kedua pihak sejak perang Iran meruncing sejak 28 Februari lalu.

Tak lama setelah serangan Hizbullah, pesawat tempur Israel langsung melancarkan serangan balasan ke Lebanon. Langit Beirut dilaporkan memerah akibat ledakan, sementara getaran bom mengguncang jendela di berbagai bagian ibu kota ketika Israel melancarkan pemboman paling kuat terhadap wilayah pinggiran selatan Beirut dalam putaran konflik kali ini.

Israel juga melancarkan serangan pada Kamis (12/3) dini hari di kawasan Ramlet al-Baida, Beirut bagian tengah, tepat di sepanjang kawasan tepi laut Corniche yang selama sepekan terakhir menjadi tempat berlindung bagi banyak warga yang mengungsi. Serangan itu menghantam area padat penduduk.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan sedikitnya 17 orang terluka akibat serangan Israel di wilayah pinggiran selatan Beirut. Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah karena serangan udara juga terjadi di berbagai wilayah lain di negara tersebut.Dalam kurang dari 10 hari pertempuran, serangan Israel dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 634 orang dan melukai 1.586 lainnya.

Pemerintah Lebanon juga mencatat lebih dari 816.700 keluarga telah mendaftarkan diri sebagai pengungsi akibat eskalasi konflik, meskipun jumlah sebenarnya diperkirakan lebih besar karena gelombang pengungsian terus bertambah setelah serangan udara dan perintah evakuasi terbaru.

Di tengah eskalasi konflik, pemerintah Lebanon mendesak Hizbullah menghentikan serangan roket ke Israel dan menegaskan bahwa negara seharusnya memegang monopoli penggunaan kekuatan bersenjata. Namun, militer Lebanon yang kekurangan personel dan perlengkapan sejauh ini belum mampu menghadapi langsung kekuatan militer Hizbullah yang jauh lebih kuat.

Pemerintah Lebanon juga khawatir konfrontasi langsung dengan kelompok tersebut dapat memicu kembali konflik internal di negara itu, yang memiliki sejarah panjang perpecahan sektarian dan kekerasan.

Namun, Israel dan Amerika Serikat (AS) meragukan kemampuan pemerintah Lebanon untuk melucuti persenjataan Hizbullah. Israel bahkan memberi sinyal akan menghadapi kelompok tersebut secara langsung melalui operasi militernya.

Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Danny Danon, pada Rabu (11/3) mempertanyakan keseriusan pemerintah Lebanon dalam menghadapi Hizbullah. “Jika Hizbullah sedang dibubarkan, apa buktinya? Operasi apa yang dilakukan terhadap lokasi peluncurannya? Di mana penyitaan senjata mereka?” kata Danon.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Data Dukcapil: Nama Terpendek di Indonesia 1 Karakter, Terpanjang 79
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Bupati Algafry: Polisi Akan Tindak Tegas Warga Penimbun BBM
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Persaingan Top Scorer Sementara BRI Super League 2025/2026: Mariano Peralta Mencoba Hentikan Dominasi Brasil
• 13 jam lalubola.com
thumb
Razia Kos-kosan di Karawang Jaring 26 Pasangan Bukan Suami Istri
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BeauPicks: Tampil Cantik saat Lebaran! Ini 5 Rekomendasi Pashmina yang Nyaman Dipakai
• 9 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.