TANGERANG, KOMPAS.com - InJourney Airports menyiapkan 37 bandara untuk melayani arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Selain itu, InJourney Airports juga membuka posko angkutan Lebaran di seluruh bandara yang dikelola mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir mengatakan, puluhan bandara tersebut telah dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik.
Baca juga: Salat Idul Fitri 2026 di Pantai Ancol, 2.000 Jemaah Bisa Salat di Pantai Lagoon
"Jadi dari Aceh sampai Papua, itu ada bandara-bandara yang dikelola oleh InJourney Airports dan seluruhnya siap melayani," ujar Syahir dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).
Pihaknya juga menyiagakan petugas serta memastikan kesiapan fasilitas layanan di area bandara, termasuk kelancaran akses kendaraan menuju terminal keberangkatan.
"Seluruh fasilitas hingga petugas telah kami dikerahkan," imbuh dia.
Adapun pada awal periode mudik Lebaran akan terjadi pergerakan sekitar 498.000 penumpang dengan jumlah penerbangan sekitar 3.357 pergerakan pesawat.
Menurut Syahir, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 15 Maret 2026, sedangkan arus balik diprediksi berlangsung pada 28 Maret 2026.
Sementara itu, dua bandara terbesar yang dikelola InJourney, yakni Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali, akan jadi bandara yang tersibuk selama periode mudik Lebaran.
Pasalnya, kata Syahir, jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta diprediksi mencapai sekitar 179.000 orang saat puncak arus mudik.
Baca juga: Pembobolan Portal JLNT Casablanca Berpotensi Pidana, Perkaranya Berlanjut
Sementara pada puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2026, jumlah penumpang diprediksi mencapai sekitar 198.000 orang.
"Kalau untuk di Bali, hari Sabtu tanggal 14 Maret itu sekitar 67.000 penumpang dan nanti di tanggal 28 Maret sekitar 73.000 penumpang arus baliknya," kata dia.
Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney, Maya Watono, mengatakan periode mudik Lebaran juga diperkirakan mendorong peningkatan pergerakan wisatawan domestik.
Ia menyampaikan, lonjakan pergerakan tersebut telah diantisipasi, termasuk di sektor bandara maupun hotel yang berada dalam ekosistem perusahaan.
"Lonjakan penumpang ini sudah kami antisipasi di berbagai destinasi kami. Hotel-hotel juga okupansinya pasti akan meningkat, terutama kami memfokuskan untuk domestik market," ucap Maya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




