Karya animasi siswa-siswi SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus, Jawa Tengah, konsisten diminati berbagai buyer. Pihak Djarum Foundation berkomitmen mengantarkan animasi SMK RUS Kudus ke pasar internasional.
Program Manager Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, menyampaikan pihaknya memiliki keinginan untuk mengantarkan karya animasi buatan siswa-siswi SMK RUS Kudus ke pasar dalam negeri dan luar negeri. Menurutnya, karya animasi buatan siswa memiliki standar yang bagus.
"Ada kendala soal pemasaran. Padahal jasa dan talenta yang ada sudah siap. Dengan adanya kedatangan Pak Menteri (Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso) dapat membuka jaringan untuk anak-anak," katanya, Kamis (12/3).
Ia menambahkan, anak-anak berusaha profesional untuk menggarap project animasi. Ia optimistis karya animasi tersebut layak untuk dipasarkan. Hanya, terkadang ada tantangan, yakni buyer memilih perusahaan yang lebih besar.
"Biasanya buyer mencari perusahaan yang besar dulu baru ke kami. Itu yang kerap menjadi tantangan," sambungnya.
Meski ada tantangan yang datang, Galuh menyayangkan apabila harus berhenti. Ia meyakini siswa memiliki potensi unggul di bidang animasi dan meyakini mereka membutuhkan akses ke luar negeri.
Kunjungan Mendag ke Kabupaten Kudus diyakini membawa angin segar. Terlebih Mendag berkenan membantu memasarkan ekspor jasa animasi ini ke luar negeri.
"Beliau berusaha mencarikan jaringan supaya ekspor jasa dapat berkembang," ujarnya.
Saat ini Djarum Foundation telah memiliki 20 SMK Mitra di Kabupaten Kudus. Dari total 20, setengahnya telah menunjukkan prestasi apik.
"Kami memiliki mimpi untuk memasarkan industri animasi ke luar negeri. Di dalam negeri sudah bagus tetapi di luar negeri lebih bagus," jelas dia.
Adanya bantuan pemasaran dari Mendag, Galuh optimistis karya animasi siswa-siswi SMK RUS Kudus dapat dilirik pasar luar negeri. Pihaknya siap menemani siswa-siswi SMK binaan untuk mewujudkan mimpi ekonomi kreatif lewat animasi menembus pasar luar negeri.
"Kami menyiapkan anak-anak ini agar siap kerja, memiliki keterampilan dan profesional," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, mengapresiasi SMK di Kabupaten Kudus. Seperti yang diketahui pada hari ini Mendag menyambangi tiga SMK. Itu terdiri dari SMK RUS Kudus, SMK NU Banat Kudus dan SMK Wisudha Karya.
"Ketiga sekolah vokasi itu untuk mencetak tenaga kerja. Sementara itu tugas kami mencarikan pasar," ujarnya.
Ia mengaku memiliki 46 perwakilan perdagangan di luar negeri. Pada dua bulan yang lalu pihaknya juga menjalankan misi dagang ke Jerman. Budi berkomitmen agar lulusan SMK mendapatkan pekerjaan yang bagus.
"Ke depannya nanti kami upayakan lulusan SMK mendapatkan pekerjaan yang bagus," ungkapnya.





