Pantau - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengirim personel secara bertahap untuk bergabung dengan International Stabilization Force (ISF) dalam misi perdamaian di Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie saat jumpa pers di kantor Kementerian Pertahanan, Kamis (12/3/2026).
Pengiriman Pasukan Dilakukan BertahapSjafrie menjelaskan pengiriman pasukan dilakukan secara bertahap karena jumlah personel yang disiapkan cukup besar.
"Ya bertahap karena jumlahnya besar," kata Sjafrie kepada awak media.
Ia mengungkapkan pada awalnya TNI menyiapkan sekitar 20.000 pasukan untuk terlibat dalam misi tersebut.
Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, jumlah pasukan yang direncanakan untuk dikirim dikurangi menjadi 8.000 personel.
Jumlah Disesuaikan dengan Kontribusi Negara LainMenurut Sjafrie, pengurangan jumlah pasukan dilakukan setelah mempertimbangkan kontribusi negara lain yang ikut serta dalam misi stabilisasi tersebut.
Ia mengatakan sebagian besar negara hanya mengirim beberapa ratus personel.
"Ternyata negara-negara lain itu cuma ngirim berapa ratus, berapa ratus ya. Jadi kita siap 8.000, ya. Tapi yang paling penting bahwa kalau situasi tidak bertentangan dengan kepentingan nasional, kita lakukan pekerjaan," ujarnya.
Hingga saat ini waktu pasti pengiriman pasukan TNI ke Gaza belum ditentukan karena pemerintah masih menunggu langkah dari Board of Peace (BoP).
Selain itu, Indonesia juga mempertimbangkan perkembangan situasi geopolitik yang sebelumnya sempat memanas.
Sambil menunggu keputusan dan waktu pengiriman, TNI tetap mempersiapkan pasukan agar siap diberangkatkan kapan saja.
"Kesiapan kita itu juga bagian daripada siaga operasional. Biasa kalau tentara itu ada siaga bencana, ada siaga taktis, ada siaga strategis," jelas Sjafrie.




