Perusahaan di Indonesia Promosikan Kepemimpinan Perempuan di Ring The Bell For Gender Equality 2026

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, menyampaikan pidato kunci di Ring the Bell for Gender Equality 2026 yang menyoroti tantangan dan peluang dari kepemimpinan perempuan bagi perusahaan dan sektor bisnis. (Sumber: UN Women/Putra Djohan)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemimpin perusahaan, investor, dan pembuat kebijakan berkumpul di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), menyelenggarakan Ring The Bell for Gender Equality (RTBFGE) 2026 untuk memperingati Hari Perempuan Internasional 2026. 

Acara ini mengangkat tema “Kepemimpinan Perempuan untuk Ekonomi yang Adil dan Sejahtera", yang mana menyoroti kontribusi yang bisa diberikan sektor swasta dan bisnis untuk mendorong kesetaraan gender dan ekonomi adil-sejahtera untuk semua. 

RTBFGE diselenggarakan oleh BEI berkolaborasi dengan UN Women, UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), International Finance Corporation (IFC), dan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE). 

"Hari ini, yang ingin kita lakukan mengirimkan sebuah pesan yang harus didengar di setiap boardroom, oleh setiap investor, dan untuk setiap pengambil keputusan yang ada di ruang ini, maupun di luar, bahwa kepemimpinan perempuan adalah investasi yang akan membuat perusahaan lebih profitable, lebih baik, dan kompetitif," kata Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTV, Kamis (12/3/2026). 

Baca Juga: Megawati Bicara Pemberdayaan Perempuan dalam Islam, Cerita soal Khadijah-Aisyah

Direktur BEI Risa Effenita Rustam mendorong kepemimpinan perempuan bukan hanya sebuah agenda kesetaraan, tetapi juga sebuah investasi strategis bagi masa depan dunia usaha serta pembangunan ekonomi yang lebih adil dan makmur. 

Sementara itu, UN Women Indonesia Representative and Liaison to ASEAN, Ulziisuren Jamsran, menyoroti tema Ring The Bell tahun ini. 

“Partisipasi dan kepemimpinan perempuan sangat penting untuk membangun ekonomi yang adil dan sejahtera," ujarnya. 

Ia menyebut, dengan mendorong kebijakan yang mendukung kesetaraan di tempat kerja, mengakui dan mendistribusikan secara setara pekerjaan perawatan tak berbayar, memperkuat inklusi digital, serta mentransformasi norma sosial, institusi, dan masyarakat secara keseluruhan, hal itu dapat membuka potensi penuh perempuan dan mempercepat kemajuan menuju kesetaraan gender. 

Menurutnya, acara Ring The Bell for Gender Equality yang dilaksanakan kali ini mengirim sinyal kuat komitmen sektor swasta, BUMN, dan sektor bisnis untuk mempercepat pencapaian pemberdayaan perempuan dan mendorong ekonomi yang lebih inklusif. 

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • perempuan
  • kepemimpinan perempuan
  • pemimpin perempuan
  • hari perempuan
  • hari perempuan internasional
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret 2026 Berdasarkan KHGT, Ini Penjelasannya
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
KBRI Ottawa, Kemendag dan LPEI Jembatani UMKM Indonesia ke Kanada
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
KAI Commuter Berencana Ambil Alih Operasional KA Bandara YIA dan Medan
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Buntut Izin SMK IDN Dicabut Gubernur KDM, Orang Tua Datangi Gedung Sate Pertanyakan Nasib Anak
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Rencana Pembangunan Fasilitas Latihan Militer Internasional di Morotai Disampaikan Menhan
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.