Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel hanya dapat berakhir jika sejumlah tuntutan mendasar Teheran dipenuhi oleh komunitas internasional dan pihak-pihak terkait.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform media sosial X, Pezeshkian menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk menghentikan perang adalah dengan pengakuan terhadap hak-hak Iran, pembayaran kompensasi, serta adanya jaminan internasional yang tegas guna mencegah agresi serupa di masa depan.
Pezeshkian menekankan bahwa Iran pada dasarnya tetap berkomitmen untuk menjaga perdamaian di kawasan. Hal ini ia sampaikan dalam pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, di mana ia menegaskan bahwa Iran tidak mencari konflik dengan negara-negara tetangga di kawasan tersebut.
Meski demikian, Iran hanya akan menargetkan lokasi-lokasi yang secara spesifik digunakan sebagai titik peluncuran serangan terhadap wilayah mereka. Menurut Shehbaz, langkah itu menggarisbawahi bahwa negaranya memiliki hak yang sah untuk melakukan pembelaan diri.
Baca juga: Iran Luncurkan Gelombang ke-40 Serangan Balasan ke Israel-AS
Lebih lanjut, Pezeshkian memperingatkan dunia internasional akan dampak dari pengabaian terhadap akar penyebab konflik ini. Ia menyatakan bahwa jika komunitas internasional gagal menangani penyebab perang yang dipaksakan dan agresi militer terhadap Iran, maka stabilitas keamanan global akan menjadi tidak stabil.
Senada dengan pernyataan presiden, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan akan terus melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer Israel dan Amerika Serikat di seluruh penjuru Timur Tengah.
Serangan tersebut dilaporkan akan terus berlanjut hingga pihak Iran merasa bahwa ancaman perang yang ditujukan kepada negara mereka telah benar-benar berakhir.



