Akun Sosmed Anak di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan?

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Saya sebagai anak umur 12 tahun tidak setuju akun sosmed anak di bawah 16 tahun dinonaktifkan. Mengapa? Definisi "di bawah 16 tahun" itu tidak hanya anak kecil, melainkan juga remaja. Saya misalnya, sering mencari pembahasan Soal-Soal TKA melalui medsos. Juga belajar hal baru dari medsos, bahkan melihat eksperimen resep makan dll dari medsos. Ingat, tidak semua tentang medsos itu buruk.

Kami dapat mencari hal yang baik disana. Menurut pendapat saya, aturan itu tidak bagus. Awalnya aturan ini di buat untuk melindungi anak bangsa dari konten pornografi, negatif, cyber bullying, penipuan dll. Tapi kita sebagai anak juga bisa menjaga diri di medsos agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti yang tadi saya sebutkan.

Saya bukan anak yang polos yang dikit-dikit bisa kena tipu online, cyber bullying dll. Menurut saya, semua itu bisa dihindari dengan sadar diri, bukan malah dinonaktifkan. Saya sebagai murid kelas 6 juga membutuhkan platform tersebut untuk chat teman, belajar dan yang pasti hiburan.

Kita tidak bisa seenaknya dilarang seperti itu. Saya setelah lelah belajar atau setelah mengerjakan soal-soal ujian, juga butuh hiburan dengan scrolling, main game dll. Saya pun juga main sosmed tidak bebas seenaknya, tapi juga mendapatkan pendampingan dan batas waktu tetap dikontrol orang tua.

Konten kreator mendapat sumber uang salah satunya dari kita, seperti steamer, selebritis dll. Bayangkan saja sebagian besar mereka akan kehilangan banyak penonton. Saya adalah fans e-sport (MLBB). E-sport salah satu potensi besar dalam menggerakan perekonomian.

Menurut data, e-sport dapat menghasilkan mulai dari puluhan juta rupiah hingga miliaran per bulan. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki peluang perkembangan e-sport yang sangat baik dan rata-rata para pemain e-sport memulai karirnya jauh sebelum ia disebut dewasa. Menurut data, pemain e-sport memulai karirnya dari umur 15 ke atas bahkan mereka mulai bermain game tersebut dari umur 12.

Bahkan ada salah satu anak berumur 11 tahun yang memiliki potensi di e-sport MLBB. Karena prestasinya itu, dia direkrut sejak dini oleh tim besar dan akan bermain main di liga saat cukup umur nanti. Semua yang tadi saya sebutkan itu berasal dari infomasi sosial media.

Kesimpulan dari saya, sosmed untuk anak 16 ke bawah tetap dibutuhkan, tapi harus disertai dengan pengawasan yang ketat dan upaya literasi yang terus menerus dilakukan oleh semua pihak (orang tua, pemerintah, sekolah). Selain itu kita juga harus bisa mengendalikan diri dan sadar diri agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


Zeevardhana MPA
Siswi Sekolah Dasar di Jakarta Timur




(wwn/wwn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejaksaan Terima Penitipan Uang Pengganti Ratusan Miliar dalam Perkara Tambang PT RSM
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Melihat Lebih Dekat Detail Jersey Baru Timnas Indonesia Buatan Kelme: Padukan Sisi Modern hingga Warisan Budaya
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Tahan Yaqut Bekas Menag Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Arla Ailani Perankan Jurnalis di Film Terbaru, Ungkap Cita-cita Lama dan Soroti Perjuangan Wartawan di Lapangan
• 2 menit lalugrid.id
thumb
Dukcapil Sebut 5,5 Juta Penduduk Indonesia Bercerai pada 2025
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.