Melihat Command Center PJR Korlantas di KM 29 Cikarang

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Layar raksasa memenuhi sebuah ruangan di KM 29 Cikarang Utara. Puluhan titik kamera pengawas dari berbagai jalur mudik terpampang di layar itu mulai dari jalan tol, jalur arteri, hingga pelabuhan penyeberangan. Dari ruangan inilah pergerakan jutaan pemudik Lebaran 2026 dipantau.

Command Center PJR Korlantas Polri menjadi salah satu ‘jantung’ pengendali dalam Operasi Ketupat 2026. Polisi lalu lintas memantau setiap dinamika arus kendaraan secara real time melalui jaringan CCTV, perangkat penghitungan lalu lintas, hingga dukungan teknologi lain.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (13/3), sejumlah petugas tampak memantau layar besar yang menampilkan kondisi di lapangan. Sesekali layar memperlihatkan situasi di pelabuhan penyeberangan, seperti Merak yang menjadi salah satu titik utama arus mudik.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan, command center ini menjadi ruang kendali untuk menentukan berbagai keputusan rekayasa lalu lintas selama Operasi Ketupat.

“Dan ini adalah ruang kendali. Jadi ketika nanti terjadi bangkitan arus khususnya di jalan tol, kami bisa memantau di sini,” kata Agus di Command Center PJR Korlantas, Kamis (13/3).

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian aktivitas mudik harus berlangsung aman dan tertib, baik dari sisi keamanan maupun keselamatan lalu lintas.

“Artinya bahwa rangkaian dan hiruk pikuk daripada Operasi Ketupat baik mudik, balik, dan lain sebagainya, itu harus aman. Aman terkendali dari sisi kriminalitas dan kamtibmas, dan lancar dan tertib dari sisi kamseltibarlantas,” jelasnya.

Dalam Operasi Ketupat 2026, Polri membagi pengamanan dalam lima klaster utama. Klaster pertama adalah pelabuhan penyeberangan.

“Oleh sebab itu, Operasi Ketupat tahun ini ada lima klaster, ya. Klaster pertama saya jelaskan adalah pelabuhan penyeberangan. Yang ada di Merak, Bakauheni, Gilimanuk, Ketapang, Cilembar, Bali, NTT,” kata Agus.

Selain pelabuhan, klaster lainnya adalah jalan tol, jalan arteri, tempat ibadah, serta kawasan wisata.

“Yang kedua jalan tol, dengan dinamikanya. Yang ketiga adalah jalan arteri. Yang keempat tempat-tempat ibadah, dan yang kelima adalah tempat-tempat wisata,” lanjutnya.

Menurut Agus, konsep Operasi Ketupat bukan sekadar memastikan masyarakat bisa pulang kampung, tetapi juga memastikan perjalanan berlangsung aman hingga kembali ke kota asal.

“Jadi lima klaster ini dia harus kita amankan. Oleh sebab itu, Operasi Ketupat itu bukan hanya sebuah perjalanan yang rindu, tetapi perjalanan yang aman. Rindu dengan kampung halaman, rindu dengan keluarganya, berangkatnya aman sampai tujuan aman juga, bahagia di sana, dan kembalinya adalah aman dan bahagia juga,” ujarnya.

Dari command center inilah berbagai keputusan lalu lintas diambil, termasuk ketika terjadi lonjakan kendaraan di jalan tol.

Ia mencontohkan, jika jumlah kendaraan yang melintas mencapai 5.500 unit per jam secara berturut-turut, maka petugas akan langsung menerapkan skema contraflow.

“Apabila terjadi bangkitan arus di kilometer 47 ada radar yang menghitung, per jam berturut-turut sudah 5.500, saya harus mengeksekusi dengan manajemen lalu lintas namanya contraflow,” ujarnya.

Jika volume kendaraan meningkat hingga sekitar 6.400 kendaraan per jam, contraflow akan diperluas hingga dua lajur.

“Kalau masih ada bangkitan lagi nanti per jam berturut-turut 6.400 hitungan kendaraan, traffic counting, saya akan membuat keputusan contraflow lajur dua,” kata Agus.

Bahkan, jika kepadatan masih terjadi, Korlantas akan menerapkan sistem one way dari KM 70 hingga KM 236 untuk mengurai kemacetan.

“Kalau tahun lalu hanya sampai di kilometer 188, tahun ini kita akan langsung ke 236. Agar supaya bottleneck yang ada di 70 akan kita lepas,” jelasnya.

Selain memanfaatkan jaringan CCTV, Korlantas juga menggunakan teknologi drone patrol presisi untuk memantau kondisi lalu lintas dari udara. Drone tersebut dapat digunakan untuk pengawasan hingga penindakan pelanggaran.

“Termasuk di samping tempat ini untuk memantau, kami juga punya teknologi namanya drone patrol presisi. Bisa untuk memantau, bisa untuk menindak,” ujar Agus.

Tak hanya itu, petugas juga akan dilengkapi body camera saat patroli di jalur mudik.

“Besok kami akan menggunakan bodycam. Jadi ada 30 bodycam yang nanti dipakai untuk patroli,” kata dia.

Bodycam itu juga akan digunakan saat petugas mengimbau pemudik yang beristirahat di bahu jalan tol agar kembali melanjutkan perjalanan.

“Akan mengimbau masyarakat yang ada di bahu-bahu jalan tol, agar supaya bangun dan berjalan. Jadi bukan hanya dibangunin saja, dibangunin dikasih makanan, dikasih buah-buahan atau mungkin snack, suruh berjalan,” tutur Agus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masyarakat Jabar Diimbau Waspadai Penularan Campak Saat Mudik Idul Fitri
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
KAI Commuter Berencana Ambil Alih Operasional KA Bandara YIA dan Medan
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir Pulau Obi, Ini Upaya Harita Nickel
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Aset BPKH Capai Rp238,99 Triliun pada 2025, Tumbuh Dibanding Tahun Sebelumnya
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Polri Data Rumah yang Ditinggal Pemudik, Antisipasi Kejahatan Saat Mudik Lebaran
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.