Harga Cabai Merah di Pasar Galiran Klungkung Tembus Rp95 Ribu per Kg

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Kusetyawan

TVRINews, Klungkung 

Harga cabai merah di Pasar Galiran mengalami kenaikan signifikan menjelang hari raya keagamaan. Saat ini harga cabai merah di pasar tradisional tersebut mencapai kisaran Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini mulai dirasakan para pedagang dan konsumen dalam beberapa hari terakhir. Pedagang menyebut lonjakan harga dipicu oleh berkurangnya pasokan cabai dari daerah sentra produksi akibat cuaca buruk yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Galiran, Budi Asih, mengatakan cuaca yang tidak menentu berdampak langsung terhadap hasil panen petani, sehingga distribusi cabai ke Bali ikut terganggu.

“Dalam beberapa hari terakhir pasokan cabai memang berkurang. Petani mengaku hasil panen menurun karena cuaca buruk, sehingga pengiriman dari Jawa dan Lombok juga tidak sebanyak biasanya,” kata Budi kepada tvrinews.com, Kamis, 12 Maret 2026.

Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Made Karti. Ia menyebutkan keterbatasan pasokan menyebabkan harga cabai di tingkat pedagang ikut mengalami kenaikan.

“Saat ini harga cabai merah sudah mencapai sekitar Rp90 ribu sampai Rp95 ribu per kilogram. Sementara cabai hijau kecil masih berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram,” kata Made Karti.

Para pedagang memperkirakan harga cabai berpotensi kembali meningkat menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. Pada periode tersebut permintaan masyarakat biasanya meningkat, terutama untuk kebutuhan memasak dan persiapan upacara keagamaan.

Selain meningkatnya permintaan, kondisi cuaca buruk yang terjadi di sejumlah wilayah sentra produksi juga menjadi faktor utama yang memengaruhi ketersediaan cabai di pasaran. Curah hujan tinggi dapat menyebabkan tanaman cabai rentan terserang penyakit dan gagal panen, sehingga produksi petani menurun.

Di Bali sendiri, pasokan cabai sebagian besar masih didatangkan dari daerah lain seperti Pulau Jawa dan Lombok. Ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah membuat harga komoditas ini cukup sensitif terhadap gangguan distribusi maupun penurunan produksi di daerah asal.

Kenaikan harga cabai biasanya menjadi salah satu komoditas yang turut memengaruhi inflasi daerah, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan bahan pangan meningkat. Karena itu, pemerintah daerah biasanya melakukan pemantauan harga secara berkala untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar tradisional.

Meski demikian, para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga produksi cabai petani kembali normal dan harga di pasaran dapat kembali stabil.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konflik Timur Tengah Memanas, Prabowo Panggil Luhut-Purbaya Pastikan APBN dan BBM Aman
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Penuhi Panggilan KPK, Yaqut Langsung Ditahan?
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Polda Metro Jaya Dalami Kasus Pandji Pragiwaksono, Penyidik Periksa 10 Saksi dan Ahli
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Masih Ada Kesempatan, Booking Lebih Awal Promo SIAP dari Rachmat Tent
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Menko AHY Pastikan Kesiapan Jalan Tol dan Arteri Jelang Mudik
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.