JAKARTA - Pekan pertama perang di Iran menelan biaya setidaknya USD 11,3 miliar atau sekitar Rp191,8 triliun bagi Amerika Serikat (AS), demikian disampaikan para pejabat Pentagon kepada anggota parlemen selama pengarahan tertutup pekan ini.
Pembaruan biaya ini muncul ketika Presiden Donald Trump pada Rabu (11/3/2026) menegaskan bahwa konflik di Iran pada dasarnya telah dimenangkan, dengan alasan penghancuran infrastruktur pertahanan negara tersebut.
Para pejabat pertahanan membagikan perkiraan tersebut kepada para senator pada Selasa (10/3/2026), ketika anggota parlemen mendesak pemerintah memberikan rincian tentang cakupan dan perkiraan durasi perang.
Angka USD 11,3 miliar tersebut mencakup sekitar enam hari pertama pertempuran dan tidak termasuk biaya penuh kampanye, yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS dan Israel menargetkan infrastruktur militer Iran.




