Bisnis.com, JAKARTA — Volume lalu lintas kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) mulai menunjukkan tren peningkatan pada H-10 Idulfitri 1447 H. Lonjakan arus kendaraan terpantau didominasi oleh pergerakan menuju arah Trans Jawa.
GM Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Desti Anggraeni menjelaskan, sebanyak 26.449 kendaraan melintasi jalan tol layang tersebut pada Rabu (11/3/2026). Angka ini naik 21,40% jika dibandingkan dengan lalu lintas harian normal yang hanya mencapai 21.787 kendaraan.
Peningkatan volume kendaraan terjadi pada semua periode waktu, mulai dari pagi hingga malam hari. Secara terperinci, kenaikan pada pagi hari mencapai 18,31%, siang hari sebesar 8,60%, dan lonjakan paling tajam terjadi pada malam hari yang melesat hingga 60,71%.
Di sisi lain, arus kendaraan yang masuk menuju Jakarta juga mengalami kenaikan. Tercatat 23.060 kendaraan kembali ke Jakarta, atau naik 4,39% dari kondisi normal sebanyak 22.090 kendaraan.
"Peningkatan volume kendaraan terjadi pada seluruh periode waktu, yaitu 18,31% pada pagi hari, 8,60% pada siang hari, dan kenaikan tertinggi sebesar 60,71% pada malam hari," jelas Desti dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (13/3/2026).
Secara umum, PT JJC memastikan kondisi lalu lintas di Ruas Jalan Layang MBZ masih terpantau lancar dan terkendali. Petugas operasional di lapangan disiagakan secara berkala untuk memantau titik-titik potensi kepadatan.
Baca Juga
- Puncak Arus Balik Nataru Hari Ini: Volume Kendaraan di Tol MBZ Melonjak 77,54%
- Lalu Lintas Tol MBZ Meningkat, 34.251 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Jelang Nataru
- Anak Usaha Tersangkut Kasus Korupsi Jalan Tol MBZ, United Tractors (UNTR) Buka Suara
Pengguna jalan diimbau untuk menjaga kecukupan saldo uang elektronik, daya listrik, dan bahan bakar sebelum memasuki jalan tol sepanjang 38 km tersebut. Selain itu, aspek cuaca seperti hujan menjadi perhatian khusus karena sangat memengaruhi jarak pandang di atas jalan layang.
"Pengguna jalan diharapkan memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, serta mengantisipasi potensi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi jarak pandang," pungkas Desti.
Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) memprediksi puncak arus mudik di jaringan Jalan Tol Trans Jawa akan jatuh pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran 2026/Idulfitri 1447 H.
Direktur Utama JSMR Rivan A. Purwantono menjelaskan, meski puncak masih jatuh pada pekan depan, gelombang arus mudik diperkirakan bakal mulai terjadi mulai Jumat (13/3/2026).
"Di mana kita melihat bahwa arus mudik yang akan terjadi adalah puncaknya di tanggal 18 Maret 2026. Tapi kami perkirakan telah muncul mulai dari hari Jumat ini," kata Rivan dalam Konferensi Pers di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Selasa (10/3/2026).
Sementara itu, arus balik diprediksi akan terbagi menjadi dua periode. Puncak arus balik pertama jatuh pada 24 Maret 2026 dan arus balik kedua diperkirakan akan jatuh mendekati masa berakhirnya periode libur di sekitarnya tanggal 29 Maret 2026.





