Perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran dalam enam hari pertama dilaporkan telah menelan biaya sedikitnya USD 11,3 miliar, setara Rp 190,89 triliun (kurs dolar Rp 16.893). Angka tersebut disampaikan pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump dalam pengarahan kepada anggota Kongres pada pekan ini.
Mengutip Reuters, seorang sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan estimasi biaya itu diungkap dalam pengarahan tertutup kepada para senator pada Selasa (10/3). Nilai tersebut belum mencakup keseluruhan biaya perang, namun disampaikan untuk menjawab permintaan anggota parlemen yang ingin memperoleh informasi lebih rinci terkait konflik tersebut.
Biaya perang yang sudah mencapai belasan miliar dolar itu memicu pembahasan baru di Kongres mengenai kemungkinan tambahan anggaran. Beberapa staf Kongres memperkirakan Gedung Putih akan segera mengajukan permintaan dana tambahan guna membiayai operasi militer tersebut.
Sejumlah pejabat menyebut permintaan dana tambahan itu berpotensi mencapai sekitar USD 50 miliar. Namun, ada pula pihak yang menilai angka tersebut kemungkinan masih terlalu rendah jika konflik berlangsung lebih lama.
Hingga kini, pemerintah AS belum memberikan penilaian resmi secara terbuka mengenai total biaya perang maupun proyeksi durasi konflik dengan Iran.
Presiden Donald Trump sendiri menyatakan optimistis terhadap jalannya operasi militer tersebut. Dalam kunjungannya ke Kentucky pada Rabu, Trump mengatakan "kita memenangkan" perang tersebut, meskipun Amerika Serikat masih akan melanjutkan operasi untuk menuntaskan misi yang ada.





