Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri

suara.com
1 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Donald Trump menghadapi gugatan pemalsuan laporan keuangan sejak 2022, dengan keputusan awal penipuan finansial oleh hakim New York.
  • Benjamin Netanyahu menghadapi skandal Sde Teiman mengenai dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan Palestina di Israel Selatan.
  • Kedua pemimpin khawatir karena IRGC mengancam akan terus menyerang basis AS dan Israel hingga ancaman perang Iran berakhir.

Suara.com - Dua pemimpin yang jadi pelopor serangan brutal kepada Iran, Donald Trump dan Benjamin Netanyahu tengah dihadapkan masalah pelik di dalam negeri.

Donald Trump saat ini masih harus dibuat pusing dengan kasus perdata yang melilitnya sejak 2022, yakni kasus dugaan pemalsuan laporan keuangan untuk keuntungan finansial perusahaan miliknya.

Pada September 2022, Kantor Jaksa Agung New York yang dipimpin oleh Letitia James menggugat Trump, anak-anaknya, dan perusahaan mereka dengan tuduhan memalsukan laporan keuangan selama bertahun-tahun untuk mendapatkan keuntungan dari bank dan perusahaan asuransi.

Jaksa menilai Trump menggelembungkan nilai aset hingga miliaran dolar untuk memperoleh pinjaman dengan bunga lebih rendah dan keuntungan pajak.

Donald Trump. (usatoday)

Jaksa Agung New York menyatakan bahwa Trump membuat lebih dari 200 laporan keuangan menyesatkan antara 2011–2021.

Pada Februari 2024, hakim New York memutuskan bahwa Trump dan perusahaannya melakukan penipuan finansial.

Trump diperintahkan membayar lebih dari $450 juta (sekitar Rp7 triliun) dan dilarang menjalankan bisnis di New York untuk beberapa waktu.

Namun pada pengadilan banding, putusan pembayaran denda itu dikurangi. Dasar Komisi Banding Pengadilan Bagian New York berlebihan dan dilarang oleh Amandemen Kedelapan Konstitusi AS.

Meski menyebut hukuman kepada Trump terlalu tingi, Pengadilan Banding New York tidak membantah temuan bahwa Trump, anak-anak dan perusahaan milik mereka melakukan penipuan bisnis.

Baca Juga: Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka

Terbaru di kasus ini, kuasa hukum Donald Trump menuntut agar Jaksa Agung New York, Letitia James, menyerahkan seluruh komunikasi dengan mantan pengacara Trump, Michael Cohen.

Permintaan itu muncul setelah Cohen mengaku dirinya “ditekan dan dipaksa” untuk memberikan kesaksian yang memberatkan Trump.

Dalam dokumen setebal 25 halaman yang diajukan ke pengadilan, pengacara Trump meminta perintah agar semua catatan komunikasi diserahkan.

Netanyhau Dirongrong Skandal Sde Teiman

Tak hanya Trump, rekan seperjuangannya, Benjamin Netanyhau juga tengah dihadapkan pada situasi pelik di internal dalam negeri yang membuat citra politiknya berantakan.

Benjamin Netanyhau dirongrong skandal berdarah Sde Teiman. Skandal ini jadi perhatiaan dalam negeri Israel sejak 2024.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhan soal Pengiriman Prajurit untuk ISF: Yang Utama Tetap Kepentingan Nasional
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ini Penampakan Jersey Baru Timnas Indonesia 2026 yang Baru Diluncurkan
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Warga Gowa Bisa Beli Kebutuhan Pokok di Bawah Harga Pasar Lewat GPM
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Na Willa Tayang Lebih Dulu di 22 Kota, Tiketnya Langsung Sold Out
• 12 jam laluharianfajar
thumb
SPBU di Bekasi Disatroni Perampok: 5 Pegawai Diikat, Uang Rp 130 Juta Raib
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.