Polres Kudus Larang Sound Horeg saat Malam Takbiran

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Polres Kudus, Jawa Tengah, mempersiapkan sekitar 500 personel untuk pengamanan arus mudik dan Idul fitri tahun ini. Ratusan personel gabungan itu bakal disebar di berbagai titik.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan pihaknya mengerahkan dua pertiga kekuatan yang ada dari berbagai instansi terkait. Jumlah itu bakal dipersiapkan untuk pengamanan malam takbiran, salat Idul fitri dan pengamanan libur lebaran.

"Selain mengerahkan dua per tiga dari jumlah personel yang ada, kami juga memiliki strong point di beberapa titik di tempat-tempat wisata seperti Pijar Park dan Pusat Perbelanjaan," katanya, Kamis (12/3).

Strong point yakni dilakukan dengan menempatkan personel di berbagai titik. Penempatan di titik rawan kemacetan, titik kecelakaan maupun titik keramaian.

Selain itu, pihaknya menyiapkan tiga pos untuk menunjang arus mudik Idul fitri. Ini meliputi pos terpadu, pos pelayanan dan pos pengamanan.

"Pos Terpadu ada di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Pos Pelayanan di Terminal Kudus, dan Pos Pengamanan di SPBU Krawang," sambungnya.

Larang Sound Horeg

Antisipasi terjadinya keributan, Polres Kudus juga melarang digelarnya sound horeg saat takbir keliling. Sound horeg merupakan kegiatan memutar sound system dengan suara yang keras. Biasanya sound ditumpuk di atas truk.

"Kami melarang adanya sound horeg saat takbiran. Beberapa waktu lalu sudah ada kesepakatan bersama Forkopimda kalau tidak boleh ada kegiatan sound horeg. Hiburan lain dengan menyetel musik DJ juga tidak diperbolehkan karena dapat memicu tawuran," terangnya.

Sementara itu Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris menyampaikan Operasi Ketupat 2026 bakal dilakukan mulai 13 Maret sampai 25 Maret atau selama 13 hari.

Sementara itu, puncak arus mudik bakal dimulai 14 Maret sampai 15 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik dilakukan pada 24 Maret sampai 25 Maret serta 28 Maret hingga 29 Maret.

"Kami mulai melakukan mapping Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) seperti kejahatan konvensional, balap liar dan perkelahian," ujarnya.

Tak lupa, Sam'ani juga menyampaikan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca saat arus mudik. Diprediksi cuaca saat mudik bakal berawan dan hujan lebat.

"Saat arus mudik diprediksi cuaca berawan dan hujan lebat. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada," imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perburuan Ilegal Ancam Populasi, Pemerintah Siapkan Aturan Khusus Lindungi Gajah
• 9 jam laludisway.id
thumb
Pemerintah Terbitkan SKB Tujuh Menteri tentang Pemanfaatan AI dan Teknologi Digital di Pendidikan
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Bukan Hanya Masjid, 45 Rumah Ibadah Buddha Siap Jadi Tempat Singgah Saat Mudik Lebaran
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Bagi-bagi Mukena, Ria Ricis Berharap Jadi Amal Jariyah: Nggak Ada yang Tahu Usia sampai Kapan
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Polusi Tangerang Selatan Paling Buruk Pagi Ini
• 1 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.