WASHINGTON, KOMPAS.TV - Kelompok hacker yang diduga terkait Iran, mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber signifikan ke perusahaan teknologi medis Amerika Serikat (AS).
Serangan siber itu disebut peretasan dengan kerusakan besar pertama yang dilakukan Iran terhadap perusahaan AS, sejak kedua negara terlibat perang.
Perusahaan korban penyerangan itu, Stryker, memiliki kantor pusat di Michigan, memproduksi segala jenis peralatan dan teknologi medis.
Baca Juga: Perang Iran Vs AS-Israel Bikin Negara ASEAN Mulai Lakukan Penghematan, Apa Saja?
Secara historis, Iran telah melakukan beberapa serangan siber “wiper” terhadap musuh-musuhnya, yang bertujuan menghapus semua data di jaringan komputer korban.
Korban termasuk Saudi Aramco, yang merupakan perusahaan minyak nasional Arab Saudi pada 2012, dan Sands Casino pada 2014.
Sejak perang dimulai, beberapa peretas yang bersimpati karena kepemimpinan Iran telah mengklaim serangan kecil, tetapi sebagian besar hanya mengubah tampilan situs web untuk sementara waktu.
Selain itu, serangan kecil tersebut juga tak memberikan dampak besar.
Namun, semua tampaknya berubah pada Rabu (11/3/2026), dengan apa yang tampaknya merupakan jenis serangan berbeda yang juga menghapus informasi dari perangkat.
Dikutip dari NBC News, seorang karyawan Stryker, yang meminta anonimitas mengatakan telepon kantor karyawan berhenti berfungsi.
Juga menghentikan pekerjaan, dan komunikasi dengan rekan kerja.
Kelompok hacker yang mengklaim bertanggung jawab Strayker adalah Handala Team, dan mengumumkannya di akun Telegram dan X mereka.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : NBC News
- iran
- amerika serikat
- serangan siber
- perusahaan as
- handala team
- perang as iran





