Polemik IP Nussa Rara antara kedua pendirinya, Annisa Hadiyanti dan Aditya Triantoro, kian memanas. Meski berada di sengketa hukum dan konflik personal, Annisa mengaku tetap punya harapan bagi masa depan animasi tersebut.
Bagi Annisa, Nussa Rara lebih dari sekadar bisnis. Annisa menegaskan bahwa tidak ingin masalah hukum yang menjerat para pengelolanya mematikan karya itu sendiri.
"Secara produk, saya ingin Nussa tetap berjalan dan berkembang karena konten edukasinya sangat bagus. Saya mengharapkan amal jariyah dari situ," ungkap Annisa kepada kumparan, Rabu (11/3).
Terkait sorotan negatif, Annisa berpesan agar masyarakat bijak dalam memisahkan antara karya dan perilaku personal pengelolanya. Ia meminta agar cancel culture tidak diarahkan kepada Nussa dan Rara.
"Kalau misalnya kesal, mendingan pada ikut kesal juga ke Little Giantz-nya atau ke para founder-founder-nya deh. Cuma kalau Nussa jangan, karena sudah pindah rumah juga kan, kasihan juga dia," tutur Annisa.
Bangun dengan Jerih PayahAnnisa mengenang perjuangan awal membangun Nussa yang sangat menguras energi dan biaya. Ia menyebut Nussa adalah IP pertama yang dibangun PT Digital Kreasi Internasional (DKI) dari hasil mengumpulkan keuntungan proyek servis internasional.
"Itu benar-benar IP pertama kita. Karena kan IP nggak murah ya. Kita ngumpulin uang dulu dari service, sudah dikumpul, oh lumayan nih, baru bikin," kenangnya.
Dalam proses kreatifnya, Nussa adalah kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak, termasuk bimbingan dari para ahli agama.
Hal ini dilakukan agar pesan moral dan agama yang disampaikan tetap terjaga kebenarannya.
"Kita bawa ahli agama. Beliau-beliau itu ikut involve di desain sebenarnya. Jadi untuk bilang kayak 'ini karakter yang saya bikin', I don't think that's fair enough to say," tegas Annisa.
Oleh karenanya, Annisa tetap mendoakan yang terbaik bagi IP tersebut. Ia merasa ada hikmah di balik pindahnya Nussa di bawah naungan Visinema.
"Nussa sudah pindah rumah, biarkan dia tetap jadi kesayangan keluarga Indonesia. Saya berharap ke depannya makin berkembang dan tetap memberikan dampak positif bagi pendidikan akhlak anak-anak kita," pungkas Annisa.





